banner

3 hal mendasar menjadi titik utama problem anak muda sekarang

Masa muda adalah masa dimana kita  membentuk jatidiri dan identitas, mulai berpikir, menentukan pilihan dan mengambil langkah. Jadi jangan salahkan kita kalau dalam beberapa pendapat kita bertentangan dengan orang dewasa. Kalian tidak salah, pun juga kami. Ini adalah saat dimana kita membentuk diri juga menjadi diri sendiri, memilih dan melangkah.

Tapi bukan berarti kita bisa berperilaku seenaknya, mentang-mentang ada Komnas Perlindungan Anak, dan dilindungi oleh negara juga undang-undang, akhirnya kita bertingkah semau-gue. Tetap semuanya harus dalam pengawasan orang dewasa, terutama orang tua dan guru. Sebelum bersikap, ingat, hal yang paling mendasari dari semua ideologi dan karakter adalah akhlak. Percuma saja semua kalau di dalamnya  akhlak tidak terpondasi dengan baik. Akan melenceng pastinya, lalu kita sendiri yang akan rugi bahkan merugikan, lalu kecewa dan mengecewakan.

            Mengambil data soal bagaimana perilaku anak muda di Indonesia, dilansir dari kompas, KPAI menyampaikan bahwa sampai pertengahan tahun 2018 sendiri terjadi 507 kasus tindak pidana yang dilakukan oleh remaja, kasusnya pun bermacam-macam, yang pasti kalian juga sudah mengetahuinya.

          sebenarnya apa sih, problem yang menyebabkan terjadinya pelencangan dalam perkembangan kita ini?  ada 3 hal mendasar menjadi titik utama problem anak muda sekarang.

 

1. Kurang serius dalam menjalani masa muda

Yak, mungkin terdengar aneh, tapi point pertama ini adalah hal yang paling dasar permasalahannya. Kurang serius, bahkan tidak. Berpikir bahwa semua akan berjalan seperti ini selamanya. Kurang visionis, juga “ya sudah, hidup gue yang jalani, kenapa elu yang repot.” Apalagi yang orang tua nya memiliki kelebihan dan sering dimanjakan, lalu tidak sadar kalau itu sudah mematikan kreatifitas dan menanamkan ketergantungan.

Pernah gak sih, terpikirkan, kalau suatu hari, kita lah yang akan membangun lingkungan kita, kita lah yang akan melanjutkan usaha keluarga kita. Hari terusberjalan. Seiring berjalannya waktu semuanya akan berubah, yang muda akan menjadi yang tua. Seperti satu hal “kira-kira, nanti siapa yang akan menggantikan kakek itu yang mengumandangkan adzan ketika shubuh datang?”

Semua hal yang diciptakan pasti akan habis masanya.

Patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti.

2. Kecanduan

Banyak sekali yang bisa kita bahas jika kita membicarakan point kedua ini. Merokok, bermain game, keluyuran, shoping, nonton dan yang lain. Gak perlu membohongi diri sendiri, semua dari kita pasti mempunyai kecenderungan juga kecanduan terhadap sesuatu. Termasuk saya.

“Awal-awalnya cuman buat menghilangkan rasa bosan” atau “Mengisi waktu luang”. Postif saja. Awalnya. Hanya lama-kelamaan, yang tadi nya cuman untuk menghilangkan rasa bosan dan mengisi waktu luang malah akhirnya mengalahkan yang prioritas. Lalu seluruh waktunya menjadi waktu luang dan seluruh rasanya menjadi rasa bosan. Bahkan ketika waktu sekolah pun dikorupsi. Ambyar.

3. Tidak bisa membagi waktu, dan tidak mempunyai prioritas kerja

Hasil dari point pertama dan point kedua diatas. Rusaknya belajar dan habisnya waktu untuk hal yang kurang bermanfaat. Hal ini juga disebabkan (dan menyebabkan) tidak adanya prioritas kerja, planning masa depan, juga kehidupan bermasyarakat. Padahal, di luar zona nyaman ini, banyak sekali pekerjaan yang harus dan bisa kita kerjakan.

Sebenarnya hal tersebut sudah terpikirkan oleh kita. Karna kurangnya keseriusan kita dalam menjalani masa muda, juga sudah tercemar kecanduan, akhirnya semuanya bersatu merusak masa muda kita.

 

Tiga titik utama problem ini, sebagai anak muda normal, lazimnya merasakan kegundahan dalam diri mereka.

Mari berpikir ulang apa saja sih yang sudah kita lakukan sampai usia kita saat ini? Kira-kira apa yang bisa kita lakukan dengan apa yang kita punya, untuk masa depan kita?

  0 Views    Likes  

banner
BEASISWA TERBARU UNTUK LULUSAN SMA/SMK/MA/PONPES

previous post

kurangi tawamu dan perbanyaklah tangismu
BEASISWA TERBARU UNTUK LULUSAN SMA/SMK/MA/PONPES

next post

BEASISWA TERBARU UNTUK LULUSAN SMA/SMK/MA/PONPES

related posts