banner

Kebahagiaan, Kunci Kesuksesan ala Buku Beyond Success Inspiration

Kebahagiaan adalah hal yang dicari oleh setiap insan. Menurut Seligmen, kebahagiaan adalah keadaan dimana seseorang lebih banyak mengenang peristiwa-peristiwa yang menyenangkan daripada yang sebenarnya terjadi dan mereka lebih banyak melupakan peristiwa buruk.

Siapa yang tidak menginginkan kebahagiaan? Anda pasti menginginkannya bukan? Bahkan setiap insan melakukan berbagai cara untuk mewujudkan kebahagiaan yang mereka inginkan.

Pada 1543, Nicolas Copernicus menerbitkan karyanya yang berjudul On the Revolutions of the Heavenly Spheres (mengenai perputaran bola-bola langit). Karyanya ini bertentangan dengan kepercayaan yang diyakini masyarakat pada masa itu, sehingga karyanya menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Nicolas mengatakan mataharilah yang ada di pusat dan bumi yang beredar mengelilingi matahari. Perubahan paradigma inilah yang menandai lahirnya astronomi modern yang kita pelajari hingga saat ini.

Perubahan paradigma ini juga terjadi di dunia Psikologi Positif. Selama ini, kita sudah terlanjur percaya dengan ungkapan "kebahagiaan yang akan mengikuti kesuksesan". Namun, penelitian-penelitian terbaru di bidang Psikologi Positif membuktikan yang terjadi adalah sebaliknya, kesuksesanlah yang akan mengikuti kebahagiaan.

Penulis buku The Happiness Advantage (2010) dan pendiri GoodThink, Shawn Anchor, membuktikan kebenaran hal itu. Ia meneliti dari berbagai profesi, mulai dari dokter, karyawan, mahasiswa bahkan pengusaha. Shawn menarik kesimpulan bahwa orang-orang yang bahagia ternyata tiga kali lipat lebih sukses daripada orang-orang yang tidak bahagia.

Kita harus menemukan sebuah tool (alat) yang tepat bagi kita untuk senantiasa menjaga bahkan meningkatkan kebahagiaan agar kesuksesan semakin mudah kita raih sekarang dan di masa yang akan datang. Dalam buku Beyond Success Inspiration, alat itulah yang disebut dengan The 7 Laws of Happiness (Kiafa,2008).

Secara umum, The 7 Laws of Happiness ala Arvan Pradiansyah terdiri dari tujuh unsur dalam tiga kategori:

Rahasia Pertama: Sabar (Patience)

Jika kita ingin mencapai kesabaran, kita harus melatihnya secaraa terus-menerus. Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencapai kesabaran. Pertama, menunda respons Anda. Cobalah untuk tidak melakukan hal apa pun ketika terjadi peristiwa yang membuat emosi Anda meningkat. Menjauhlah dari tempat peristiwa dan tenangkan diri Anda. Aturlah napas Anda dan tenangkan diri Anda.

Kedua, latihlah diri Anda agar badan dan pikiran Anda senantiasa berada di satu tempat. Pikiran kita senantiasa berkelana dari satu tempat ke tempat yang lain. Inilah yang seringkali membuat kita tak sabar. Bila kita ingin bahagia, kita harus senantiasa mengupayakan agar badan dan pikiran kita menyatu di satu tempat. Bukalah mata kita lebar-lebar lihatlah ke sekeliling kita dan masukilah situasi yang ada pada saat ini, maka kebahagiaan pasti akan dapat kita raih.

Ketiga, sabar adalah kata kerja aktif, bukan pasif. Banyak orang yang mengartikan bersabar dengan duduik, diam, dan menunggu. Padahal orang yang sabar sesungguhnya adalah orang yang selalu bangkit dari kegagalannya dan mengupayakan segala sesuatu sampai berhasil. Karena itu, latihan kesabaran adalah latihan untuk terus melakukan walaupun sulit, terus mengambil tindakan walaupun gagal, dan terus mengupayakan segala sesuatu sampai berhasil.

Rahasia Kedua: Syukur (Gratitude)

Rasa kedua yang harus kita pertahankan agar senantiasa bahagia adalah dengan cara melatih dan mengembangkan rasa syukur. Rasa syukur terkadang hilang dari diri kita seringkali membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa iri dan merasa orang lain lebih beruntung. Padahal, kalau kita melihat ke dalam diri kita dan mengisi pikiran dengan hal-hal yang sudah kita miliki, situasi kita akan berubah total.

Rahasia Ketiga: Sederhana (Slimpicity)

Kehidupan di dunia ini terkadang terlihat rumit, padahal sesungguhnya yang kita hadapi sangat sederhana. Slimplicity adalah kemampuan kita untuk menangkap kesederhanaan di balik segala kerumitan. Salah satu cara yang sangat ampuh agar kita berpikir sederhana adalah dengan membayangkan hari terakhir kita. Bayangkan kalau hidup kita hanya sisa satu tahun lagi. Resapi dan hayati dalam pikiran Anda kemudian tuliskan kegiatan-kegiatan yang akan Anda lakukan selama satu tahun. Kegiatan ini sangat ampuh agar Anda menemukan kegiatan yang sangat penting bagi hidup Anda.

Rahasia Keempat: Kasih (Love)

Tidak mungkin kita memperoleh kebahagiaan kalau pikiran kita tidak dipenuhi oleh kasih. Kasih adalah hal yang mendasar dalam hubungan antarmanusia. Agar selalu pikiran dipenuhi oleh kasih, kita harus mampu melihat segala sesuatu dari kacamata orang lain. Inilah yang disebut dengan Trading Places (bertukar pikiran). Maka dari itu, cobalah dari sekarang untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain dan cobalah merasakan apa yang dirasakan orang lain.

Rahasia Kelima: Memberi (Giving)

Kasih hanya akan menjadi teori bila tidak dibarengi dengan memberi. Kita harus selalu memastikan bahwa kita selalu memberikan kontribusi kepada orang-orang sekitar. Hanya dengan memberi kontribusilah hidup kita akan lebih bermakna. Bukankah makna inilah yang dicari oleh setiap insan?

Rahasia Keenam: Memaafkan (Forgiveness)

Satu kemampuan yang sangat penting untuk mengembalikan kebahagiaan kita adalah kemampuan memaafkan. Memaafkan akan mendatangkan perasaan lega dan memulihkan kebahagiaan kita. Memaafkan adalah ibarat melepaskan tawanan dan menyadari tawanan kita adalah diri kita sendiri.

Rahasia Ketujuh: Berserah (Surrender)

Berserah berbeda dengan pasrah yang sering dilukiskan dengan ketidakberdayaan. Orang yang berserah justru adalah orang yang berdaya karena telah "menyerahkan" segala sesuatu yang tidak dapat dilakukannya kepada Allah Swt. Berserah akan menghasilkan kenyamanan, meningkatkan kepercayaan diri, dan kebahagiaan. Orang yang berserah adalah orang yang percaya sepenuhnya pada kemampuan Tuhan dan bahwa Tuhan senantiasa akan memberikan yang terbaik untuk dirinya. Bila berhasil, ia tidak sombong dan bila gagal, ia pun tidak berkecil hati.

Semoga dalam hidup kita yang hanya satu kali, kita selalu mendapatkan kebahagiaan. Aamiin.

  0 Views    Likes  

banner
Nasionalisme di Generasi Milenial

previous post

Mengenal Lebih Jauh Tentang Taijiquan
Nasionalisme di Generasi Milenial

next post

Nasionalisme di Generasi Milenial

related posts