Mahasiswa Untag Surabaya ikut Berkontribusi Dalam program BSPS Di Sumatera Barat

Mahasiswa MSIB atau mahasiswa Magang Studi Independen Bersertifikat ikut berkontribusi dalam penyaluran bantuan BSPS di Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat, MSIB merupakan salah satu program unggulan dari Kampus Merdeka dimana mahasiswa dapat merasakan langsung pengalaman bekerja secara profesional serta memecahkan langsung kasus yang ada di lapangan dengan bimbingan mentor yang ahli di bidangnya. Salah satu mahasiswa MSIB dalam program BSPS Provinsi Sumatera Barat, Ali Achmad Sholeh dari prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melalui bimbingan bapak Mohhamad Insan Romadhon, S.I.Kom.,M.Med.Kom selaku kepala program studi dan dosen pembimbing mengaku merasa tertantang ikut serta dalam penyaluran bantuan BSPS ini karena mahasiswa akan diminta untuk terjun di masyarakat untuk mendampingi program sampai dengan selesai baik dalam administrasi maupun pengawasan pembangunan rumah, serta pelaporan dan evaluasi kegiatan. Tantangan yang dirasakan adalah warga penerima bantuan juga memiliki latar belakang yang berbeda, terlebih lagi mengenai perbedaan bahasa yang ada yang mana ternyata banyak warga penerima bantuan kurang fasih dalam berbahasa Indonesia dan hanya bisa berbahasa minang terlebih lagi pada penerima bantuan yang sudah berumur. 

 

Mahasiswa MSIB melaksanakan magang dengan melakukan pendampingan pelaksanaan program BSPS baik itu sebelum program berlangsung, saat program berlangsung, dan setelah program berlangsung, sebelum program berlangsung mahasiswa magang menyiapkan forum rembug sebagai sarana warga untuk berdiskusi serta memberikan pemahaman mengenai program ini, pada tahap ini mahasiswa magang juga menyusun proposal kegiatan mengenai rencana teknis renovasi rumah, serta negosiasi kepada pemilik toko penyaluran bahan bangunan mengenai harga serta pembayaran agar sesuai dengan aturan dari BSPS. 

 

Saat pelaksanaan perbaikan berlangsung mahasiswa memastikan warga harus menerima bahan bangunan sesuai dengan rencana teknis baik dari segi kualitas dan kuantitas bahan bangunan. Setelah bahan bangunan diterima dengan baik perbaikan dapat langsung dilakukan dengan ketentuan 20 hari pengerjaan dan saat perbaikan berlangsung mahasiswa mengawasi secara rumah ke rumah dengan tujuan pembangunan rumah harus sesuai dengan rencana dan tepat waktu. 

 

Setelah pembangunan selesai akan diadakan evaluasi agar dapat dijadikan sebagai bentuk acuan untuk program BSPS selanjutnya, mengenai apa saja masalah yang ada, serta apa saja hasil yang didapatkan. Pada tahap ini pula kami mahasiswa menyusun laporan kegiatan dan laporan keuangan untuk dilaporkan kepada dinas PUPR provinsi Sumatera Barat. 

 

Kabupaten Padang Pariaman sendiri merupakan salah satu dari 12 Kabupaten/Kota penerima bantuan BSPS di provinsi Sumatera Barat sebanyak 75 KK penerima bantuan yang tersebar di beberapa Nagari (Sebutan untuk Desa/Kelurahan di Sumatera Barat). Program BSPS sendiri adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dari pemerintah dibawah naungan kementerian PUPR. Tujuan dari BSPS adalah mendukung untuk meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam peningkatan kualitas rumah, sarana prasarana, serta utilitas pada umumnya. Program BSPS berfokus pada rehabilitasi pada ALADIN (Atap, Lantai, Dinding) namun warga penerima bantuan sering menyalah artikan sebagai program "Bedah Rumah" atau membangun hunian baru, maka dari itu sosialisasi serta pemberian pemahaman ke penerima bantuan harus digencarkan sebelum program ini berjalan. 

 

Penerima bantuan program BSPS adalah warga yang dinilai memiliki rumah tidak layak huni serta masyarakat berpenghasilan rendah. Nama-nama penerima bantuan BSPS di Kabupaten Padang Pariaman adalah nama yang diusulkan oleh wakil ketua DPR-RI Komisi V Bapak Muhammad Iqbal dari fraksi PPP, dana yang didapatkan oleh warga adalah sebesar 20 jt per KK, dana tersebut berasal dari pemerintah. Penerima bantuan sebelumnya juga melewati beberapa proses yang panjang mulai dari administrasi, survey kelayakan rumah, pembuatan rekening, pembangunan, serta sosialisasi dari bupati dan pengusul nama bantuan. 

 

Seperti tujuan dari program BSPS ini masyarakat diminta keswadayaannya untuk turut serta dalam membangun huniannya sendiri maka masyarakat penerima bantuan juga harus ikut menyumbangkan sesuatu sebagai tambahan, dan menurut data di lapangan memang tak banyak warga yang menyumbang berupa materi karena kebanyakan dari mereka adalah masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR akan tetapi penerima bantuan banyak yang menyumbang berupa tenaga untuk renovasi rumah baik itu dari sang penerima bantuan sendiri maupun dari keluarganya. Meskipun begitu penerima bantuan tetap sangat antusias dalam menjalankan program ini dibuktikan warga sangat aktif saat berdiskusi dalam rembug maupun sosialisasi. 

      

 #KomunikasiUntag #UnderstandingEnpowering #KitaUntagSurabaya #UntukIndonesia #UntagSurabayaKeren #EcoCampus #KampusKompeten

 

  29 Views    Likes  

Pendaftaran Program Kampus Mengajar Angkatan 8 sudah Dibuka!

previous post

Moralitas dan Etika Profesional dalam Menyongsong Generasi Pemimpin Masa Depan
Pendaftaran Program Kampus Mengajar Angkatan 8 sudah Dibuka!

next post

Pendaftaran Program Kampus Mengajar Angkatan 8 sudah Dibuka!

related posts