Peran Gen Z Dalam Menyuarakan Keadilan Iklim

Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan di sektor-sektor seperti manufaktur, pertambangan, dan energi. Namun kabar tersebut beriringan dengan laporan terbaru dari tim ilmuwan Global Carbon Project yang menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam sepuluh besar penghasil karbon di seluruh dunia. Bahkan di sektor penggunaan lahan, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara penghasil emisi terbesar di dunia.

Ancaman dan dampak krisis iklim menjadi permasalahan serius terhadap kesejahteraan masyarakat terutama mereka yang hidup di kawasan pesisir, daerah padat penduduk, atau masyarakat dengan ekonomi menengah-bawah menanggung beban paling berat, mulai dari risiko banjir yang lebih sering hingga akses minim terhadap air bersih dan ruang terbuka hijau.  Krisis iklim juga menghambat hak atas kesehatan yang baik. Meningkatnya suhu, meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem, polusi udara dan air berkontribusi terhadap dampak kesehatan yang signifikan, termasuk tekanan panas, wabah penyakit, kekurangan gizi, dan trauma akibat bencana alam.

Namun demikian, masyarakat terutama kaum muda saat ini belum berkontribusi secara signifikan terhadap krisis iklim, tetapi akan menanggung dampak penuh dari perubahan iklim seiring dengan pertumbuhan mereka. Kendala lainnya adalah kurangnya akses terhadap pendidikan dan sumber daya tentang lingkungan, perubahan iklim, dan hak asasi manusia . Hal ini mencegah orang-orang, yang sering kali paling terdampak oleh masalah tersebut, untuk membuat koneksi yang diperlukan dan berpartisipasi dalam diskusi kebijakan yang relevan.

Menurut survei yang dilakukan oleh Deloitte, Gen Z merupakan generasi yang cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mereka dikenal sebagai 'penduduk asli digital' generasi pertama yang tumbuh bersama internet.

Gen Z dapat menjadi peran penting dalam menyuarakan keadilan iklim di Indonesia. Keadilan iklim prinsip bahwa dampak perubahan iklim harus ditanggung secara adil dan merata, dengan mempertimbangkan tanggung jawab historis, kerentanan, dan kapasitas masing-masing pihak.

Menyuarakan Pada Platform Sosial Media

Gen Z dapat memanfaatkan platform sosial media seperti TikTok dan Instagram untuk menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu lingkungan. Dengan membuat konten yang menarik dan mudah dipahami, seperti video edukatif, tantangan viral, dan infografis, sehingga menjangkau audiens yang lebih luas dan menginspirasi tindakan kolektif. Selain itu, mereka juga dapat menginisiasi dalam gerakan sosial dan kampanye online yang menuntut perubahan kebijakan dari pemerintah dan perusahaan besar. Melalui petisi digital, penggalangan dana, dan kolaborasi dengan influencer, Gen Z mampu menggalang dukungan dan menekan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah konkret dalam mengatasi krisis iklim. Dengan adanya peran Gen Z dalam menyuarakan keadilan iklim dapat meningkatkan kontribusi masyarakat terhadap krisis iklim.

Peran Aktif Dalam Forum Diskusi

Selain memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menyuarakan keadilan iklim, Gen Z juga memiliki peluang besar untuk terlibat dalam forum-forum diskusi, seminar, dan lokakarya yang berfokus pada isu-isu lingkungan. Partisipasi dalam acara-acara ini memungkinkan mereka untuk menyampaikan pandangan dan ide-ide mereka secara langsung kepada pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam lingkungan yang interaktif ini, Gen Z dapat berbagi wawasan dan pengetahuan mereka, sekaligus belajar dari para ahli dan aktivis yang berpengalaman. Melalui diskusi yang konstruktif, mereka dapat membangun jaringan yang kuat dengan individu dan organisasi yang memiliki visi serupa. Keterlibatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman mereka tentang isu-isu iklim, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk mempengaruhi agenda kebijakan dengan perspektif yang segar dan inovatif. Dengan demikian, Gen Z dapat memainkan peran penting dalam mendorong perubahan yang lebih berkelanjutan dan adil di tingkat lokal maupun nasional.

Mengadopsi Gaya Hidup Berkelanjutan

Selain itu Gen Z juga dapat menjadi agen perubahan dengan mengadopsi gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Dengan memilih produk dan layanan yang ramah lingkungan, mengurangi jejak karbon pribadi, dan mendukung bisnis yang berkomitmen pada praktik berkelanjutan. Perubahan perilaku ini meskipun tampak kecil, dapat memiliki dampak kumulatif yang signifikan jika diadopsi secara luas.

Sebagai generasi yang tumbuh di era digital dan menghadapi ancaman nyata dari krisis iklim, Gen Z memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak utama dalam menyuarakan keadilan iklim di Indonesia. Dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial, mereka dapat menyebarluaskan informasi dan menginspirasi tindakan kolektif yang diperlukan untuk perubahan. Partisipasi mereka dalam diskusi kebijakan, kampanye sosial, dan adopsi gaya hidup berkelanjutan menunjukkan komitmen mereka terhadap masa depan yang lebih baik. Gen Z, dengan kreativitas dan semangat mereka, dapat mempengaruhi perubahan kebijakan dan perilaku masyarakat secara luas. Dengan demikian, peran aktif mereka dalam menyuarakan keadilan iklim tidak hanya penting untuk masa kini, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan generasi mendatang.

 

 

  2 Views    Likes  

5 Tips Jitu untuk Mahasiswa agar Sukses Akademik dan Organisasi

previous post

Peran Gen Z Dalam Menyuarakan Keadilan Iklim
5 Tips Jitu untuk Mahasiswa agar Sukses Akademik dan Organisasi

next post

5 Tips Jitu untuk Mahasiswa agar Sukses Akademik dan Organisasi

related posts