mendukung kesehatan mental di sekolah: menciptakan lingkungan yang positif

MENDUKUNG KESEHATAN MENTAL DI SEKOLAH: Menciptakan lingkungan yang positif.

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, termasuk bagi para pelajar. Menjaga kesehatan mental di lingkungan sekolah menjadi hal yang krusial untuk mendukung perkembangan dan prestasi belajar siswa.

Berikut beberapa poin penting dalam mendukung kesehatan mental di sekolah:

1. Memahami pentingnya kesehatan mental

Langkah pertama yang harus kita ketahui adalah meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental di kalangan seluruh warga sekolah, termasuk guru, staf, orang tua, dan siswa. hal ini dapat di mulai dengan mengedukasi dan melakukan pelatihan tentang tanda- tanda masalah kesehatan mental, cara mengatasinya, dan pentingnya menciptakan lingkungan yang baik dan suportif.

2. Membangun lingkungan yang positif dan inklusif

Sekolah yang ramah kesehatan mental adalah sekolah yang menciptakan lingkungan yang positif, inklusif, dan aman bagi seluruh siswa, hal ini dapat di capai dengan:

Membangun rasa hormat dan saling menghargai, menciptakan budaya dimana setiap siswa merasa dihargai dan diterima apa adanya, terlepas dari latar belakang, kemampuan , atau identitas mereka sebagai siswa Mempromosikan inklusi, Melibatkan seluruh siswa dalam kegiatan sekolah dan ciptakan ruang dimana mereka dapat menuangkan kreativitas dan dapat mengekspresikan diri serata dapat berinteraksi dengan orang lain Menerapkan disiplinn positif, dengan cara menghindari hukuman yang keras dan berat tetapi fokuslah kepada pendekatan yang lebih konstruksif untuk membantu siswa memahami kesalahan mereka,dan tidak mengulanginya di kemudian hari.

3. Meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan dukungan

Pentingnya untuk memastikan bahwa siswa memiliki akses terhadap layanan dukungan kesehatan mental. Hal ini dapat dilakukan dengan:

Menyediakan bimbingan dan koseling, sekolah harus mempunyai konselor atau psikolog yang dapat memberikan dukungan dan bimbingan kepada siswa yang mengalami masalah kesehatan mental Membangun kerjasama dengan profesional kesehatan mental, hal ini dilakukan untuk menyediakan layanan yang lebih koprehensif kepada siswa yang membutuhkan Meningkatkan edukasi tentang sumber daya yang tersedia, hal ini dilakukan untuk membantu mereka manangani kesehatan mental,seperti hotline kesehatan mental atau situs web dukungan.

4. Mendorong perilaku sehat

Menjaga kesehatan mental juga dapat di lakukan dengan mendorong perilaku sehat di sekolah, dengan cara mendorong siswa untuk berolahraga secara teratur dan memakan makanan yang sehat, menyediakan waktu relaksasi dan istirahat yang cukup, ajarkan siswa tentang teknik mindfulness dan kesadaran diri untuk mereka mengolah stres dan emosi

5. Melibatkan orang tua dan komunitas 

Keterlibatan orang tua dan komunitas sangat penting dalam mendukung kesehatan mental disekolah, sekolah dapat bekerjasama dengan orang tua dan komusitas dengan cara menyelenggarakan workshop dan seminar mengenai kesehatan mental, membuat program sukarelawan yang melibatkan orang tua dan komusitas dalam programnya untuk membantu menyediakan layanan sumber daya dan dukungan tambahan.

Dari kelima poin diatas, Dukungan terhadap kesehatan mental di sekolah merupakan tanggung jawab bersama, dengan bekerja sama komunitas sekolah dapat menciptakan lingkungan yang positif, inkusif, dan kondusif untuk siswa belajar dan berkembang. Dan hal penting yang harus kita ketahui juga

adalah mengenai pembullyan yang kerap terjadi di lingkunan sekolah.

Tercatat tingkat kasus pembullyan di sekolah menurut federasi serikat guru indonesia {FSGI) dan komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) sepanjang tahun 2023 terdapat 30 kasus perundungan di sekolah, jumlah ini meningkat 9 kasus di bandingkan tahun sebelumnya, dari 30 kasus tersebut setengahnya terjadi di jenjang SMP, 30% di SD 10% di SMA dan 10% di SMK, jenjang SMP menjadi yang paling banyak terjadi perundungan, baik yang dilakukan oleh peserta didik keteman sebaya maupun oleh pendidik.

Dampak pembullyan ini lah yang menyebabkan gangguan kesehatan mental seperti, depresi, kecemasan, trauma, dan bahakan keinginan untuk bunuh diri, serta penurunan prestasi belajar. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah kesehatan mental pada para pelajar kasus kasus seperti itu harus menjadi perhatian serius para orang tua, guru, dan semua warga sekolah lainnya.

Sumber Data:

https://kolom.solopos.com/darurat-kesehatan-mental-remaja-1760870 https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1426/menjaga-kesehatan-mental-anak-di-lingkungan-keluarga-dan-sekolah https://www.researchgate.net/publication/3382881 https://www.kompas.com/edu/read/2024/02/28/103543471/kasus-bullying-tidak-boleh-dibiarkan-karena-nyawa-taruhannya https://www.liputan6.com/regional/read/5413297/marak-kasus-bullying-di-indonesia-yuk-kenali-dampak-dan-jenisnya https://news.republika.co.id/berita/s29ndx349/kpai-catat-ada-sebanyak-2355-kasus-pelanggaran-perlindungan-anak-pada-2023

 

  57 Views    Likes  

Dark Empath, Kepribadian Ganda “Si muka dua”

previous post

Peran Teknologi dalam Transformasi Pendidikan di Era Digital
Dark Empath, Kepribadian Ganda “Si muka dua”

next post

Dark Empath, Kepribadian Ganda “Si muka dua”

related posts