banner

Covid-19, rebahan jadi bermanfaat!

Covid-19 awal mulanya berasal dari negeri Tirai Bambu, China. Lalu berkembang menuju segala penjuru Dunia. Masyarakat Indonesia yang maha Santuy awalnya sangat yakin bahwa virus ini tidak akan bisa menembus negara ini dengan mulus. Namun semua itu salah besar ketika pada Suatu pagi, Presiden Jokowi mengklarifikasi tentang 2 WNI yang terjangkit virus ini, mereka diberi inisial nama Pasien 1 dan Pasien 2. Sebagai entuk menghormati privasi, tidak ada yang diperbolehkan untuk mengudarakan identitas pribadi kedua pasien tersebut. Namun dengan kekuatan tangan ajaib netizen Indonesia, identitas mereka berdua akhirnya terkuak.

Terlepas dari hal tersebut, dampak yang paling kentara adalah terjadinya krisis di mana-mana. Stok bahan makanan di Supermarket habis ludes, tiket pesawat mancanegara di jual dengan harga paling murah. Miris! Betapa bobrok kebijakan pemerintah pada saat terjadi wabah Global seperti ini. Anak-anak sekolah diliburkan, semua kegiatan di ruang terbuka dibatasi, dan tentu saja kenaikan harga bahan makanan. Wacana Lockdown telah digaungkan di mana-mana, itu semua sangat berbanding terbalik dari kebijakan pemerintah.

Adik-adik sekolah Sd terpaksa harus diliburkan, mereka menghabiskan waktu di rumah dengan bermain PS dan game lainnya. Remaja sekelas SMP dan SMA terpaksa harus mendownload film-film romance kesukaan mereka, ya meskipun itu bukan suatu keterpaksaan untuk dilaksanakan, mereka sangat menyukai hal itu.

Lalu inilah kami, para mahasiswa. Kami harus menjadi kaum rebahan sepanjang hari dan berhadapan dengan Laptop juga Gawai. Setiap saat memeriksa Siakad hanya untuk mengecek apakah ada tugas terbaru dari dosen, menyimak youtube untuk megikuti materi terbaru yang diintruksikan dosen, mengerjakan deadline proposal dan makalah yang tidak ada habisnya sepanjang hari.

Ini masih terhitung beberapa hari, kupikir rebahan itu sungguh surga dunia. Ternyata itu semua salah besar. Beberapa hari Kuliah via Daring sukses membuat tidak tidur dengan nyenyak. Malam-malam menjelma mimpi buruk sampai pagi datang, berpikir tugas apalagi yang akan disampaikan untuk besok.

Tetapi meskipun begitu Kuliah via Daring ini seru sekali. Kenapa begitu? Nilai yang kita dapat benar-benar Objektif. Karena memang setiap kepala diwajibkan untuk merampungkan setiap tugas yang diberikan. Berbanding terbalik ketika dilaksanakan kuliah tatap muka, tidak semua mulut mahasiswa di kelas terbuka untuk menyampaikan pemikirannya, dan kebanyakan dari mereka hanya bergantung nilai pada lainnya.  Yang paling penting dari semua itu adalah, kita tidak perlu khawatir lapar saat pelajaran berlangsung. Karena kita bisa mengikuti materi sambil nyemil santuy, sambil nonton TV, sambil dengar musik. Itu seru sekali!!! Rebahan kami jadi lebih bermanfaat. Bukan terhitung 5 jam seperti kuliah Tatap muka pada umumnya, tetapi ini lebih dari itu.

Semoga bumi kita lekas pulih, ini adalah momen bagi mereka beristirahat.

Semoga bumi kita lekas membaik, ini adalah momen berbenah diri yang paling baik.

  64 Views    Likes  

banner
GAGAL SNMPTN! Ini yang harus Kamu lakukan

previous post

Sejarah Rafflesia arnoldii, Bunga Raksasa dari Bengkulu
GAGAL SNMPTN! Ini yang harus Kamu lakukan

next post

GAGAL SNMPTN! Ini yang harus Kamu lakukan

related posts