GAGAL OSC 2020 - GAP YEAR - BEKERJA - GET OSC 2021 [MY EXPERIENCE]

Halo sobat OSC, di artikelku sebelumnya mungkin aku banyak bicara soal tips dan trik, serta informasi umum mengenai teknologi. Tapi secara personal aku belum pernah cerita bagaimana aku akhirnya bisa dapat beasiswa OSC 2021 lalu.

 

Maka dari itu, di tulisan kali ini aku ingin bercerita tentang bagaimana kehidupanku kurang lebih 2 tahun ini hingga akhirnya berhasil menjadi salah satu awardee OSC 2021.

 

Dan untuk kedepannya, mungkin akan lebih banyak konten yang berdasarkan pengalamanku sendiri atau [MY EXPERIENCE] yap, sesuai judul di atas.

 

So, let’s enjoy guys!

 

Pertama Kali Kenal Beasiswa OSC

 

Bisa dibilang, aku tahu dan kenal OSC sudah cukup lama kurang lebih 2 tahun. Akhir tahun 2019 aku kenal OSC karena Kakak kelas yang hendak mendaftar juga, tapi sayangnya dia belum dapat rezekinya di sini.

 

Tapi, dari situ aku mulai cari tahu lebih dalam apa itu OSC, seperti apa sistem beasiswanya, kapan pembukaan pendaftarannya, sampai aku paham dan mengerti.

 

Kira-kira di awal tahun 2020, sembari menunggu pendaftaran OSC aku sudah mulai bergabung dengan OSC Community. Nah, di bawah ini adalah konten pertamaku yang lolos moderasi dan berhasil tayang pada 30 Januari 2020 lalu.

Dari situ beberapa kali aku membuat artikel di sela-sela kegiatanku menjadi siswa kelas 2 SMK.

 

Gagal OSC 2020

 

Sampai tiba pada akhir tahun 2020, OSC 2020 mulai dibuka, saat itu aku bersama beberapa teman lain mencoba mendaftar dan mempersiapkannya.

 

Namun, karena masih menjadi siswa SMK aku pun memiliki banyak kegiatan lain mulai dari ujian praktek, sertifikasi kompetensi untuk kelulusan, dan masih banyak lagi. Mungkin teman-teman juga merasa relate ketika masih menjadi siswa kelas 12 dulu.

 

Tidak terasa sebentar lagi sudah mulai mendekati tes online. Saat itu aku mendaftar di dua kampus yaitu Universitas Mercu Buana dan Telkom University.

 

Tiba saatnya tes online, aku melakukannya dua kali pada dua sesi yang berbeda. Tes berjalan dengan lancar meskipun banyak soal yang tidak aku pahami, karena materi yang diberikan di SMK tidak sedalam materi yang diberikan apabila di SMA.

 

Ketika pengumuman 150 besar, ternyata aku tidak lulus di keduanya, padahal di Mercu Buana nilaiku dengan nilai anak yang ke 150 sama saja, tetapi kalah cepat😅.

 

Dari situlah aku sudah tidak bisa melanjutkan perjuanganku di OSC 2020. 

 

Gap Year

 

Gagal di OSC 2020 tidak membuatku berhenti mencoba begitu saja, aku yakin masih banyak kesempatan lain yang bisa aku lakukan. Setelah gagal dan masuk tahun 2021, sebagai siswa kelas 12 aku kembali disibukkan dengan ujian akhir dan SNMPTN.

 

Di saat yang bersamaan juga, aku mengikuti internship online di salah satu perusahan hosting Malang (next time mungkin akan aku buatkan kontennya tersendiri).

 

Saat itu aku menjadi salah satu siswa eligible yang bisa ikut mendaftar SNMPTN, tapi lagi-lagi rezeki ku bukan di SNMPTN.

 

Setelah gagal SNMPTN, aku mencoba ikut SBMPTN meskipun aku sadar bahwa aku tidak memiliki cukup bekal untuk mengerjakan soal-soalnya karena persiapan yang sangat kurang. Dan benar, lagi-lagi aku gagal di SBMPTN. 

 

Percobaanku ikut seleksi masuk kampus berhenti sampai sini, aku tidak mencoba mengikuti seleksi mandiri PTN karena satu dan lain hal. 

 

Akhirnya aku memilih untuk gap year. 

 

Bekerja

 

Setelah lulus SMK dan memutuskan untuk gap year. Aku langsung mencoba mencari kerja. Saat itu aku tidak ingin satu tahunku hanya bermain-main saja, berbekal pengalaman magang ketika kelas 11 dan magang online tadi aku mencari posisi Content Writer.

 

Dan Alhamdulillah setelah lebih dari 50 lamaran online yang aku kirim, aku mendapatkan pekerjaan Content Writer tersebut di salah satu perusahaan Jogja secara full WFH.

 

Selama Mei-Agustus 2021 aku bekerja secara online dari rumah. Hanya saja itu bertahan 3 bulan dan tidak lanjut karena beberapa alasan. 

 

Namun, lagi-lagi aku mencoba mencari kerja untuk mengisi kegiatan dan akhirnya Oktober 2021 aku kembali bekerja sebagai Freelance Content Writer di perusahaan Jakarta secara WFH juga hingga saat ini.

 

Get OSC Scholarship 2021

 

Ketika memutuskan untuk gap year, aku tetap memiliki niat untuk kuliah di tahun depan. Dan saat itu di akhir tahun 2021 aku tidak lupa jika beasiswa OSC akan kembali dibuka.

 

Pada kesempatan ke dua ini, aku lebih mempersiapkan banyak hal mulai dari pilihan kampus, jurusan, ikut try out, webinar dengan awardee tahun-tahun sebelumnya dan masih banyak lagi.

 

Setelah banyak pertimbangan, Institut Teknologi Telkom Purwokerto menjadi kampus yang aku pilih. 

 

Tiba saat tes online, semua berjalan dengan lancar hingga namaku akhirnya masuk pada pengumuman 150 besar. 

 

Singkat cerita, akhirnya aku berhasil melewati beberapa tahap mulai dari tes online, seleksi administrasi, hingga final tes yaitu tes wawancara.

 

Januari 2022 lalu, namaku disebutkan ketika pengumuman awardee OSC 2021. 

Dan saat ini meskipun belum resmi menjadi mahasiswa, namun 24 September 2022 besok sudah mulai kegiatan ospek di kampus. 

 

Itulah cerita singkat bagaimana akhirnya aku menjadi awardee OSC 2021. Perjalananku menemukan kampus selesai dan mengenal OSC sejak 2019 lalu akhirnya membuahkan hasil.

 

Untuk siapapun kamu yang saat ini gagal dan belum mendapat apa yang diinginkan, percayalah akan ada banyak pelajaran, kesempatan, pengalaman yang lebih baik sebelum kamu akhirnya mendapat apa yang diimpikan. 

 

Jadi, jangan berhenti mencoba dan mencoba. See u di konten [MY EXPERIENCE] selanjutnyaa!

  408 Views    Likes  

BEASISWA YANG BISA KAMU IKUTI UNTUK ANGKATAN 2021/2022 dan 2022/2023 PART 1

previous post

Perjalanan menjadi awardee beasiswa OSC 2020
BEASISWA YANG BISA KAMU IKUTI UNTUK ANGKATAN 2021/2022 dan 2022/2023 PART 1

next post

BEASISWA YANG BISA KAMU IKUTI UNTUK ANGKATAN 2021/2022 dan 2022/2023 PART 1

related posts