banner

Ini mungkin alasan aku gagal 150 besar OSC 2019, apakah kamu juga sama?

       Halo teman-teman OSC, apa kabar kalian hari ini? Terkhusus juga untuk kalian yang lolos ataupun tidak lolos 150 besar tes online OSC kemarin. Walaupun tidak masuk 150 besar di universitas pilihan kalian tidak apa, adalah hal yang wajar selama kita telah berusaha.

Jadi pada artikel ini saya ingin menuliskan pengalaman saya yang Mungkin menjadi alasan sebab saya belum rezeki untuk lolos 150 besar tes online OSC kemarin. Apa sajakah itu? Dan apakah kalian juga?:

Belajar tidak serius dan selalu menunda, sejujurnya aku sudah tau dan telah mendaftar OSC sejak kira-kira lebih dari 1 bulan sebelum online test OSC dilaksanakan pada 9 November 2019. Namun sayangnya rasa malas dalam diriku terus menggodanya aku untuk "Rebahan" dikasur, padahal baru belajar beberapa menit.

 

     2. Doa yang saya panjatkan tidak serius, selama 1 bulan ini selain belajar yang terkesan "kurang", Doa yang saya panjatkan juga tidak serius. Doa yang terburu-buru, selalu ada pikiran dan bayang lain dalam Doa, bahkan malas untuk berdoa. Walau dari segi kuantitas setiap apapun (dalam hal ini benar-benar apapun, sebelum makan apapun yang saya makan, setelah bangun tidur, sebelum tidur, di Gereja dan sebagainya). Namun yah sayangnya kualitas doa yang ku sampaikan tak mendukung.

 

    3. Terkadang menunda atau mengingkari apa yang orang tua suruh, ini juga terkhusus pada ibu saya. Ibu saya juga terkadang menyuruh saya untuk membaca Alkitab, namun jawaban yang setiap kali saya lontarkan adalah "iya Bu, nanti Bu" yah padahal saya juga hanya main Handphone. Sekedar info saya sudah lulus SMA pada 2019 ini, namun belum ada kerja dan kuliah dan hanya dirumah saja.

 

     4. Terlalu percaya pada keberuntungan, pada online test OSC ada mungkin banyak soal yang saya tidak tahu penyelesaiannya serta jawabannya, sehingga untuk soal itu saya hanya asal tekan sambil ucap Doa. Dalam benak saya juga ingin jadi yang tercepat selesai.

 

    5. Saya mencontek rumus di Buku, mungkin inilah yang menyebabkan saya gagal. Walau memang saya tidak melihat peraturan tentang larangan mencontek atau memang saya tidak ketemu peraturannya. Namun yah mungkin jawaban itu tidak jadi berkah.

       Sekian artikel yang dapat saya tulis berdasar pengalaman saya setelah gagal di OSC 2019 ini. Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan atau kata dalam artikel ini.  Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.

 

 

        "Itu bukan gagal, hanya doa dan usaha yang belum dijawab Tuhan"

 

                 - Josua Saputra Sianturi

Sumber Gambar : tertera pada gambar, saya ambil dari Postingan WhatsApp kontak saya.

Sumber Gambar pada judul : Twitter osc medcom

  0 Views    Likes  

banner
Kehidupannya selalu Di Fisika dan Fisika

previous post

Hentikan Bully Damai itu Indah
Kehidupannya selalu Di Fisika dan Fisika

next post

Kehidupannya selalu Di Fisika dan Fisika

related posts