banner

INSECURITY

Haloo semuanya, salam kenal ya. Ini artikel pertama aku di osc.medcom ini. Kali ini aku bakalan nulis tentang salah satu permasalahan yang biasanya sering banget dialami oleh para remaja. Yappp “insecure” Let’s go…

Sebelum kita bahas lebih jauh, what is insecurity? Insecurity adalah perasaan tidak aman yang dapat terjadi pada setiap orang. Ketidak amanan bisa terjadi saat kita merasa khawatir, malu, dan tidak percaya diri. Insecure biasanya terjadi pada remaja karena remaja cenderung merasakan tekanan, khawatir, dan rasa tidak percaya diri yang berlebihan karena harapan mereka yang tinggi. Perasaan terjadi dalam proses pertumbuhan remaja ini dapat menimbulkan dan meningkatkan perasaan insecure dalam hidup mereka, yang berdampak negatif.

 Sekarang aku mau nanya nih, pernah ga sih kamu berpikir “aduh kok gue kurus banget” “gila muka gue jerawatan, jelek banget” “sebenernya gue pengen berpendapat tapi takut pendapat gue ditentang sama orang lain” “kok gue miskin ya, jadi minder deh buat gabung sama orang lain” ada gak? Buat yang pernah merasakan hal itu atau sedang merasakan yuk baca lebih jauh.

Oh ya,, maybe some of you ada juga yang gak pernah merasakan dan malah berpikir “eh itu yang insekyuran sok tersakiti banget deh" ok ok it’s not fault. But, I just wanna ask you to undertand. For your information, setiap orang itu punya tingkat insecure yang berbeda beda. Dan kita gak pernah tau perasaan orang lain bagaimana. So, buat kalian yang suka “membully” please don’t! mereka udah berperang dengan dirinya sendiri, jangan ditambahin lagi ya sahabat.

Lanjut, apasih penyebab kita jadi merasa insecure?

Trauma

Trauma sangat mempengaruhi perilaku. Seseorang yang pernah mengalami trauma di masa lampaunya sering kali memiliki reaksi yang lebih intens ketika mereka merasa ada hal yang meningkatkan mereka atas memori masa lampaunya. Hal ini menyebabkan orang tersebut menjadi tidak percaya diri kepada dirinya untuk mencoba lagi hal yang berhubungan dengan masa lampaunya. Bayangin aja kalo misalkan lo dipermalukan didepan publik sampai jadi bahan tertawaan orang-orang. Dan orang dengan asyiknya menertawakan tapi gak memikirkan gimana perasaan orang yang di tertawakan tersebut. Bisa jadi hal itu membuat orang tersebut yang awalnya humble jadi introvert gara-gara bercandaan doang. Jadi please kalo bercanda jangan kelewatan ya sahabat.

 

Pergaulan

Pergaulan adalah faktor eksternal yang sangat berpengaruh dalam pribadi seseorang. Pergaulan dapat memengaruhi sifat seseorang, pegaulan yang baik dapat membuat sifat orang tersebut menjadi baik, begitu pula sebaliknya. Sometimes kita stuck pada pergaulan yang kurang sehat, finally kita terbawa arus menjadi orang lain karena didasari perasaan gengsi. Jadi wajib banget nih ya buat berhati hati dalam bergaul.

 

Ekspektasi yang terlalu tinggi.

Ekspektasi yang tinggi ini bisa menyebabkan overthinking dan menjadi depresi. Di saat kondisi seperti ini, biasanya menyalahkan diri sendiri jika ekspektasinya tidak sesuai. Merasa bersalah itu wajar, tapi jangan sampai berlebihan, apalagi kalo sampai kepikiran terus dalam waktu yang lama itu bener bener gak sehat cuy! It’s ok we can start again and rebuilt every pieces.

 

Komen negatif

Contoh kasus yang pernah trending adalah kasus bunuh diri Sulli F(x) tahun 2019 lalu. Dari hasil penelitian, penyebab kematian Sulli adalah perasaan Insecure terhadap komen netizen yang konsisten pada media sosialnya. Sehingga, Sulli merasa depresi yang berlebihan dan mengganggu mentalnya. Hal ini membuktikan, bahwa rasa insecure atau rasa ketidakamanan yang berlebihan berpotensi membahayakan nasib seseorang jika tidak ditangani dengan baik. So, jadilah citizen internet yang bijak ya, jaga mulut dan jarimu sahabat.

 

Tidak percaya diri

Saat tidak percaya diri, biasanya mereka mebandingkan diri dengan orang lain lalu merendahkan diri sendiri. Hal itu bisa memicu rasa ketidakamanan pada diri pribadi karena mereka selalu membatasi diri mereka sendiri untuk berekspresi. I just wanna say, hey you are beautiful just the way you are (jadi inget lagu Bruno mars wkwk)

The next question is gimana dong cara mengatasi insecure?

Untuk mengatasi hal ini sebenarnya lo gak mesti jauh jauh nyari jawabannya, karena solusi nya ada dalam diri lo sendiri. Yes, you are.

Pertama, lo harus memiliki keinginan dari dalam diri untuk lepas dan bergerak maju. Iya, aku gak tau gimana perjalanan hidup kalian, mungkin ada beberapa yang punya masa lalu yang kelam. But, life must go on. Ikhlaskan apa yang pernah terjadi, jangan jadi orang yang pendendam, gak baik apalagi dalam waktu yang lama.

Kedua, jangan terlalu fokus dengan orang lain. Kalian punya kehidupan sendiri, dan jalan hidup yang berbeda. Mulai syukuri hal hal yang terjadi dalam hidup lo “keren banget hari ini gue gak telat datang ke sekolah” “keren banget gue gak nyontek pas ulangan” dan kalian bisa ngasih reward buat diri sendiri atas pencapaian yang udah lo gapai “hari ini gue mau beli berbagai macam cemilan deh” love yourself, kalian itu berharga.

Ketiga, selalu berpikir positif inget yah overthinking nya dikurangin. jangan terlalu keras pada diri sendiri apalagi nganggap kalian bodoh. Tiap orang itu punya kelebihannya masing-masing. Mulai sekarang lo bisa mulai cari hobby yang sesuai dengan minat dan bakat lo. If you like dancing, singing, drawing or something else. Just do it, do what you want to do.

Ketika lo udah yakin dengan diri sendiri, lo bisa sembuh dengan sendirinya. That’s the point!

Terakhir, kita ga pernah bisa melewatkan Tuhan dalam hal apapun. Maybe kita bisa merencanakan sesuatu tapi tetap Tuhan yang akan menentukan. Kalian juga butuh support dari orang tua dan sahabat yang lo percaya.

Thanks buat yang udah baca. Semoga bermanfaat

God bless us

 

 

Sumber:

https://www.suara.com/yoursay/2019/12/23/113117/insecure-dapat-mengakibatkan-fatalnya-mental-illness-pada-remaja#:~:text=Insecurity%20adalah%20perasaan%20tidak%20aman%20yang%20dapat%20terjadi%20pada%20setiap,merasakan%20ketakutan%20dalam%20hal%20apapun.

  0 Views    Likes  

banner
Nasionalisme di Generasi Milenial

previous post

Mengenal Lebih Jauh Tentang Taijiquan
Nasionalisme di Generasi Milenial

next post

Nasionalisme di Generasi Milenial

related posts