banner

Kehidupannya selalu Di Fisika dan Fisika

Kehidupanku Selalu Fisika Dan Fisika

Fisika, istilah yang terasa sangat indah didengar Liana. Berawal dari kelas 1 Madrasah, Liana tertarik untuk mempelajari Fisika dikarenakan ia belajar dengan guru-guru yang mengesankan dan hebat. Mungkin karena keberuntungan, Liana selalu belajar dengan guru yang sesuai dengan kriterianya. Hebat, keren, mengesankan karena bisa menyelasaikan soal-soal bisa yg ia anggap sulit. Selain itu, faktor lain yang membuat Liana tertarik dengan Fisika adalah karena kisah cintanya yang terselip di sela ruang Fisika.

Awal Liana mulai berpacaran di Sekolah Menengah Atas tingkat 2, itu pun karena di comlangkan temannya. Pacar pertama Liana adalah anak kuliahan jurusan Fisika FMIPA UNAND. Pada saat itulah Liana menggali lebih dalam tentang Fisika. Bagaimana kuliah di jurusan Fisika itu? Apa saja pratikum yang dilakukan? Mata kuliah berapa macam? Pada saat itulah “Fajri” (Pacar pertama Liana) menjelaskan kepada Liana tentang kegiatan di kampusnya, sehingga membuat liana makin tertarik dengan Fisika. 

Namun hubungan Liana dengan Fajri tidak bertahan lama karena Liana terlalu sibuk dengan urusan sekolahnya, sedangkan Fajri terlalu sering ngajak ketemuan.

Enam bulan lebih telah berlalu, Liana bahagia dan bisa menghibur dirinya dengan kegiatan sehari-harinya di sekolah. Pada pertengahan semester 2 Sekolah Menengah Atas tingkat 2, Liana mengikuti pelatihan Olompiade Fisika di sekolahnya. Ia mengikuti Olimpiade tingkat Kabupaten. Berkat usaha dan kesungguhan Liana. Ia berhasil membawa medali perak yang akan ia gandeng ke tingkat provinsi.

Untuk persiapan Olimpiade Fisika, ia dikarantina selama seminggu. Di situlah ia memulai perjalanan cinta keduanya bersama Riko. Liana bertanya dalam hatinya, “Apakah ini yang namanya Cinlok ???. Ya, itulah yang dialami Liana bersama Riko. Riko juga peserta Olimpiade Fisika dari Kabupaten lain.  Liana sangat kagum dengan Riko, karena Liana melihat Riko pintar memainkan Soal Fisika. Liana megatakan bahwa ia sangat jatuh cinta dengan kepintaran Riko.

Hubungan Liana dengan “Master Fisika” itu berlangsung selama kurang dari setahun. Tak diketahui penyebabnya, Riko mulai jarang menghubungi Liana. Di situlah datang seorang Pangeran Cinta “Reza”. Reza, sahabat sekamar Riko yang selalu memberi motivasi kepada Liana dikala hubungan Liana dengan Riko sedang tidak harmonis. Reza lah yang  selalu membuat Liana berfikir optimis. Juga Reza yang selalu mengingatkan Liana untuk selalu fokus UN, karena Liana pada saat itu juga mati-matian belajar supaya bisa sukses UN dan lul us u ndangan SNMPTN.

Reza berusaha menyembunyikan kepada Liana kalau Riko selingkuh. Menurut Riko, selingkuh itu wajar kalau pacaran LDR. Sebulan setelah itu, kabar Riko telah mulai menghilang dari Liana. Riko berkata ke Liana kalo akun Facebook-nya di blokir. Sehingga dengan otomatis status hubungan berpacaran dengan Liana juga menghilang. Namun berkat    Reza, m    asalah itu bisa didinginkannya sehingga UN Liana bisa berjalan dengan lancar.

Tak lama setelah selesai UN, seorang cewek nge-add Liana di Fb yang SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) dengannya. Cewek yang nge-add  Liana mengaku berasal dari SMA yang sama dengan Riko. Namun Liana masih beranggapan positif kalau cewek itu adik kelas Riko.

Demi menyikapi peluang gagal dalam SNMPTN, Liana ikut Bimbel Intensif persiapan SBMPTN. Lokasi  bimbel yang ia ambil adalah di Bukittinggi, karena kalau ia mengambil bimbel di Padang, pasti ia akan bertemu Riko. Itu lah alasan Liana memilih bimbel di Bukittinggi.

Hasil pengumuman kelulusan SMA tiba, pagi itu Liana sangat bahagia karena nilai yang ia peroleh sesuai dengan yang ia harapkan. Ditambah sore harinya ia mendapat kabar dari temannya kalau ia lulus SNMPTN Undangan. Sungguh sangat bahagia hati Liana saat itu. Untuk memastikan kalau ia lulus SNMPTN Undangan, Liana langsung pergi ke warnet.

Karena sampai saat itu belum ada kabar da   ri Riko. Maka Liana nge-visit Facebook milik cewek yang SKSD sebelumnya. Dengan tak sengaja, Liana melihat status berpacaran dengan Riko. Betapa sakitnya hati Liana saat itu,  ia tak menyangka kalau Riko setega itu pada nya. Pada saat itu perasaan Liana kacau, karena perasaan bahagianya juga ditumpuk dengan perasaan sakit hati yang sangat mendalam.  

Saat itulah Liana tau kalau tujuan cewek yang SKSD itu sebelumnya adalah untuk memberi tahu tingkah laku buruk Riko padanya. Liana berusaha menahan air matanya karena ia masih di warnet dan malu dilihat orang. Liana bergegas pulang, dan di situlah Liana menangis di bawah mesin jahit bundanya. Tepat saat itu, hansphone Liana rusak sehingga ia tidak bisa melihat, dan menerima telfon dari Riko. Namun keesokan harinya, datang SMS bertubi-tubi dari Riko untuk minta maaf. Apalah daya “ Nasih telah menjadi bubur”.

Selama duduk di bangku perkuliahan banyak hal yang membuat Liana terkesan. Mengapa? Karena berkat Fisikalah Liana bisa menginjakkan kakinya di Surabaya. Liana menjadi delegasi jurusan saat itu. Juga merupakan pengalaman pertama Liana duduk di atas bangku pesawat terbang. Karena banyak transit, maka Liana 4 kali pulang pergi naik pesawat secara GRATIS. Itu semua karena Liana kenal dengan Fisik  a.

Tak beda dengan perempuan lainnya. Liana mengalami masa saat ia gila-gila shopping. Ia berkara dalam hatinya ”Tak mungkin saya meminta uang kepada orang tua saya hanya untuk shopping, sedangkan ekonomi keluarga saya sekarang sedang menipis” Di situ ia membuka bimbel private. Sehingga ia bisa membeli apa yang ia inginkan saat itu.

Sedang asik-asik kuliah, “Reza” teman sekamar Riko dulu dengan tiba-tiba ingin bertemu dengan Liana. Reza sangat minta maaf kepada Liana karena telah menyembunyikan kelakuan buruk Riko dulu, dan Reza menceritakan semuanya kepada Liana. Namun Liana juga berterima kasih kepada Reza. Sendainya Reza tidak menyembunyikannya dulu. Pasti     UN Liana telah hancur. Reza berpesan kepada Liana    supaya merahasiakan pertemuan mereka kepada Riko.

Awal Liana kuliah Fisika, tekadnya yang pertama adalah magang di Chevron. Setelah ia mengirimkan surat lamaran ke Chevron, ia berdo’a supaya surat yang ia kirimkan bisa di terima di Chevron. Empat bulan telah berlalu, Liana mengira bahwa surat yang ia kirimkan tidak diterima Chevron. Namun pada awal bulan ke Lima,  datang surat panggialan magang dari Chevron untuk Liana. Hati Liana sungguh sangat senang. Tak ada yang lebih indah dari terkabulnya impian.

Bersambung… 

(Dandi Nofriansyah)

  0 Views    Likes  

banner
Kehidupannya selalu Di Fisika dan Fisika

previous post

Hentikan Bully Damai itu Indah
Kehidupannya selalu Di Fisika dan Fisika

next post

Kehidupannya selalu Di Fisika dan Fisika

related posts