banner

“Kuliah Daring Ala Mahasiswa Social Distancing”

Hallo Sobat OSC ! Tetap Stay Safe ya sampai Indonesia kita benar-benar pulih. Apa kabar kalian yang saat ini terjebak di dalam Kost, Asrama, atau bahkan kediaman kalian termasuk dalam salah satu zona merah? Semoga Virus Covid-19 ini segera angkat kaki ya dari Bumi ini.

Berbicara tentang Corona yang menjadi Pandemi di Indonesia saat ni masih menjadi pusat perhatian Publik. Hal inilah yang mengakibatkan libur kuliah dadakan oleh beberapa Perguruan Tinggi baik Swasta maupun Negeri kurang lebih selama kurun waktu dua minggu. Tentunya kondisi ini tidak menjadi penghalang bagi Mahasiswa untuk tetap produktif di rumah karena eranya sekarang ada Kuliah Daring. Mungkin ini akan terasa asing di telinga bagi mereka  yang sebelumnya memang tidak melaksanakannya. Kuliah Daring ini faktanya menuai beberapa kontroversi hingga sentilan-sentilan rumor.          

Maraknya video berdurasi singkat yang tak hanya dibuat oleh oknum Mahasiswa saja, melainkan Pelajar tingkat Dasar hingga perguruan tinggi sebagai unjuk rasa tentang Kuliah Daring. Parodi video yang mengandung unsur mulai dari keluhan-keluhan Mahasiswa yang mendapatkan tugas begitu banyak dari Dosenya hingga video yang memiliki isi positive thingking tentang kuliah Daring telah banyak beredar di Media Sosial terutama Instagram. Sebenarnya apa saja yang dialami Mahasiswa pelaku kuliah Daring ini, hingga membuat mereka bertingkah seperti orang yang menanggung banyak beban? Mari kita cek satu per satu faktanya!

Pilihan pertama yang dilakukan pihak kampus sebagai upaya terwujudnya kuliah During adalah dengan menyediakan layanan Website RPS (Rencana Perkulihan Semester) Online yang disajikan oleh setiap Dosen Pengampu Mata Kuliah. Website RPS Online ini disediakan untuk berdiskusi antara Dosen dengan Mahasiswanya secara online. Pada teknik umumnya Mahasiswa diminta login dengan NPM nya masing-masing, kemudian Dosen menyajikan materi berupa Power Point (PPT), Jurnal Ilmiah, dan Podcast yang disertai tugas pada halaman Website tersebut, kemudian ketika jam Mata Kuliah berlangsung, maka sesi diskusi dimulai. Akan ada topik permasalahan yang menjadi bahan diskusi. Mahasiswa yang ingin mendapatkan persensi harus aktif berkomentar, ya minimal dengan tetap online di forum diskusi tersebut. Karena tanpa sepengetahuan Sobat OSC, Dosen akan terus memantau kegiatan diskusi sampai jadwal perkuliahan benar-benar sudah berakhir. Setelah Dosen menginstruksikan untuk bergeser ke materi berikutnya, bersiap-siaplah akan ada tugas yang menanti Sobat OSC. Tugas tersebut dikumpulkan pada waktu yang telah ditetapkan oleh Dosen, biasanya kisaran hitungan jam sampai hari.

Kedua, Dosen memilih Aplikasi Google Classroom. Aplikasi ini tidak jauh berbeda dengan Website RPS Online. Hanya saja kode atau password untuk mengakses aplikasi ini dibuat oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah tertentu, biasanya berupa huruf atau angka. Jangan kaget ya Sobat OSC apabila ada Notifikasi dari akun Google Classroom ini karena Dosen bisa hadir kapan saja untuk memberikan bahan-bahan materi maupun motivasi kepada kalian. Aplkiasi ini bisa menjadi wadah Sobat OSC untuk mengunggah pekerjaan kalian dengan format yang sudah ditentukan Dosen, apakah dalam bentuk word, pdf, dan semacamnya. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan biasanya hanya 3 butir soal saja, tetapi jawabannya bisa berlembar-lembar Lhoo... Hehe. O, iya! Sobat OSC juga bisa melihat point yang didapatkan dari pekerjaan yang telah diserahkan. Hemm... Rasanya lumayan berdebar ya untuk melihatnya.

Zoom Cloud Meeting merupakan aplikasi pilihan Dosen selanjutnya. Aplikasi ini juga tidak jauh berbeda pengoprasiannya dengan Google Classroom. Bedanya adalah Zoom ini dapat digunakan untuk diskusi tatap muka dengan Dosen melalui Video Call Group di Laptop dengan kapasitas sebanyak 100 orang atau lebih. Terkait kapasitas Zoom pasti sudah sesuai dengan jumlah Mahasiswa di kelas yaitu rata-rata 40 orang. Fungsi Zoom ini sebenarnya sama dengan Video Call Group pada WhatsApp, hanya saja aplikasi ini bersifat formal. Kelompok yang mendapatkan giliran presentasi dapat dengan mudah mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di ruang ini. Tak hanya itu, perangkat seperti Moderator, Notulen, Penanya, Penyanggah dapat dengan bebas angkat bicara. Tugas Dosen adalah memberikan penjelasan yang detail terkait pertanyaan-pertanyaan yang sduah terjawab oleh Pemateri. Bukankah sangat menyenangkan ni Sobat OSC, dapat bertatap muka dengan Dosen sekaligus teman satu kelas di tengah-tengah kondisi Social Distancing  seperti ini?

Terakhir, siapa yang tidak kenal dengan Group WhatssApp? Iya! Aplikasi ini sudah tidak lagi asing bagi pengguna WhatssApp. Kuliah Online dengan Group WA diterapkan Dosen sebagai pengganti tatap muka. Sistem yang andil dalam daring ini juga sama seperti aplikasi Google Classroom dan Zoom Cloud Meeting pada umumnya. Tetapi biasanya Dosen lebih intensif dalam mengintruksikan tugas dan diskusi yang berjalan cenderung bersifat Non-Formal. Ukuran Dosen untuk menilai apakah kelas kita termasuk kelas yang aktif berdiskusi tentunya dari berapa jumlah notifikasi yang tertera pada WhatssApp. Jangan heran ya Sobat OSC, karena biasanya akan dibandingkan dengan group WA kelas lainnya hehe :D

Demikian kuliah daring yang sudah pernah Dini alami. Perlu Sobat OSC ketahui, bahwa semua metode kuliah Daring menimbulkan beberapa dampak dari segi positif maupun negatif. Sisi positifnya adalah Mahasiswa akhirnya mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana Edukasi. Sisi negatifnya adalah kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif, mengingat ada beberapa hal yang Dini temui. Misalkan ketika jadwal Mata Kuliah mulai pukul 12.30 -15.00 WIB, kami terkendala dengan susahnya untuk login ke website, tidak bisa semua kompak mulai pada jam yang sama, sehingga menimbulkan ketertinggalan informasi sebelumnya. Padahal jika kami tidak bisa online, kami dianggap tidak hadir dalam perkuliahan tersebut. Sehingga Dosen menyarankan kami untuk menebeng ke teman yang bisa online. Situs yang secara serempak diakses bersama juga mengakibatkan server down. Tidak hanya sampai disitu, jaringan sinyal yang kurang bagus juga sangat berpengaruh. Ditambah lagi kuota internet yang kami habiskan menjadi 2x lipat.

Sobat OSC bisa juga Lhoo kuliah Daring sambil makan camilan dan minum secangkir kopi di kamar untuk mengurangi kebosanan, lagi pula tidak ada peraturannya kan kuliah Daring dilarang membawa makanan dan minuman ketika sedang belajar. Hehe...

Bagaimana dengan kuliah Daring Sobat OSC Commuinity lainnya? Apakah sama persis dengan yang Dini alami?

“Apapun keadannya, jangan patah semangat untuk belajar ya J Dunia boleh gencar dengan Covid-19, tetapi Pelajar tidak boleh tenggelam di dalamnya”.

Ayo wujudkan “Aku disini bekerja untukmu, dan kamu di rumah untuk kami”.

Semoga bermanfaat untuk dibaca, dan sampai jumpa pada seni jemari pengetik selanjutnya!

 

  1590 Views    Likes  

banner
Cara Menjadi Pendengar yang Baik

previous post

Cara Mudah dan Cepat Menghafal 16 Tenses Bahasa Inggris
Cara Menjadi Pendengar yang Baik

next post

Cara Menjadi Pendengar yang Baik

related posts