banner

Melihat Senyuman Dari Lensa Kamera

Selamat Membaca? Waktu itu pada siang hari jam 10 aku bersama 2 temanku yang bernama Anwar Sunandar Dan Usnanta,memutuskan untuk Hunting di pasar Sumber daerah cirebon, di saat kami datang kami merasa seperti di sambut oleh orang orang pasar ketika aku melangkahkan kakinya mencari objek untuk kami tangkap , aku ikut tersyum melihat mereka tersenyum saat di photo. orang pasar sangat gembira ketika saya memotretnya ada yang bilang "dek nanti photo ibu di masukin mana nih" "Dek photo orang itu dek yang sedang naik becak" Mereka bercakap kepada saya sambil tersenyum lebar. Hujan gerimis pun turun akhirnya saya bersama 2 teman saya memutuskan untuk berteduh dan beristirahat. Saat berteduh saya dan 2 teman saya Anwar & Usnanta melihata hasil hasil jepretannya, tangkapan mereka ada yang sedang tertawa ada yang sedang lirik ke kamera ada yang sedang gendong anak kecil ada yang sedang makan dan lain lain, semuanya begitu indah saat saya melihatnya pun tertawa dan tersenyum, hujan mulai redah akhiranya saya memutuskan kembali untuk mencari objek di lokasi yang sama yaitu di pasar Sumber Cirebon, arah kaki saya melangkah ke tempat parkir motor, saya melihat 2 orang yang sedang duduk berasama dari arah kejauhan, hati saya tertari untuk mendekati 2 orang tersebut, karena saya menggunakan lensa kit saya tidak bisa menghasilkan photo yang detail dari ke jauhan, saya pun mencoba untuk mendekatinya, mereka sepertinya malu malu ketika saya datang membawa kamera, mereka adalah seorang tukang ojek di pasar. Saat coba untuk memphotonya dan hasilnya blur, Baik saya mencoba lagi untuk memphotonya, tetap saja masih kurang pas, karena 2 bapa tersebut masih malu malu, bapak yang di ada di sebelahnya, mengajak bercada " Aja isin isin senyum bae senyum arep photo kuh mengko manjing televisi" Artinya " Jangan malu malu ayo senyum aja senyum kalo mau di photo nanti masuk televisi" Akhiranya 2 bapa tersebut tenang dan sedikit tidak malu malu lagi, saya pun mempersiapkan settingan kameranya tangan saya dengan stabil memegang kamera dan mata saya menatap view vender, saat merasa sudah cukup untuk di tangkap saya menekan tombol shuter lalu saya jepret 2 bapa tersebut yang sedang duduk berdua dan hasilnya membuat saya bahagia sekali karena saya bisa melihat senyuman yang lebar dari sosok laki laki pejuang untuk keluarganya. "Kebahagian saya dalam photo Human Intrest adalah bisa melihat senyuman lebar mereka yang sedang bekerja keras untuk keluarga" M.RISKI

  0 Views    Likes  

banner
Nasionalisme di Generasi Milenial

previous post

Mengenal Lebih Jauh Tentang Taijiquan
Nasionalisme di Generasi Milenial

next post

Nasionalisme di Generasi Milenial

related posts