Menjadi Indah Itu Penuh Luka

Semua pastinya familiar dengan hewan bernama kupu-kupu. Insekta yang memiliki sayap indah nan warna-warni, hinggap dan terbang ke sana kemari. Namun, sebelum tiba pada fase yang indah, dulunya kupu-kupu hanyalah seekor ulat. Ketika menjadi ulat, ia dijauhi dan dibenci oleh banyak orang. Ia dianggap sebagai hama tanaman, bentuknya yang tidak sedap dipandang, hingga dipandang merugikan bagi sebagian besar orang.

Nah, diantara dua fase tersebut, terdapat fase perjuangan dari ulat menjadi kupu-kupu yang disebut kepompong. Sebelum menjadi kepompong, sang ulat memakan banyak dedaunan. Kemudian ia akan berpuasa selama belasan hari ketika menjadi kepompong. Hingga pada waktunya tiba, ulat akan keluar dari kepompong dan menjelma sebagai kupu-kupu.

Begitu pula dengan kehidupan umat manusia, untuk menjadi indah itu penuh luka. Cita-cita, impian, dan kesuksesan tentunya tidak dapat diraih dengan mudah semudah membalikkan telapak tangan. Perlu proses yang panjang untuk mencapai apa yang kita inginkan. Bahkan dalam proses tersebut, tentunya ada tantangan, hambatan, dan rintangan yang perlu dilalui. Tidak jarang kita bisa menangis dan terluka pada perjalanannya. Tapi, selalu ingat bahwa ulat perlu menjadi kepompong untuk menjelma sebagai kupu-kupu.

  140 Views    Likes  

Bagaimana Perang AS–Iran Mempengaruhi Emas, Saham, dan Crypto?

previous post

bagaimana data kita disimpan dan ditemukan dalam hitungan detik?
Bagaimana Perang AS–Iran Mempengaruhi Emas, Saham, dan Crypto?

next post

Bagaimana Perang AS–Iran Mempengaruhi Emas, Saham, dan Crypto?

related posts