Asupan nutrisi berperan penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi (Nelson, Behrman, Kliegman & Arvin, 2000). Asupan nutrisi tersebut dapat berasal dari air susu ibu, makanan komplementer, dan makanan keluarga. Jumlah asupan nutrisi yang dikonsumsi tersebut turut dipengaruhi oleh proses aktivitas makan. Kegiatan ini memanfaatkan semua sistem organ tubuh yakni otak dan saraf kranial, jantung dan pembuluh darah, sistem pernafasan, sistem endokrin dan metabolisme, otot-otot tubuh, dan seluruh saluran pencernaan. Contohnya adalah pada proses menelan yang memerlukan koordinasi dari 26 otot dan 6 saraf kranial (Toorney, 2002).
Salah satu metode kegiatan makan yang sedang berkembang saat ini adalah Baby Led Weaning. Metode baby led weaning ini merupakan metode kegiatan makan yang memperkenalkan makanan sehat keluarga yang sering dikonsumsi oleh keluarga dalam bentuk finger food dan memberi kesempatan kepada anak untuk makan sendiri sejak awal proses pengenalan makanan pendamping ASI.
Ibu yang menerapkan metode baby led weaning kepada bayinya memiliki pengalaman makan yang positif bagi ibu dan bayi dan kegiatan makan menjadi lebih menyenangkan. Contohnya adalah bayi menikmati proses makan, relatif mudah ketika mengajak bayi makan diluar rumah ketika berpergian, biaya menjadi lebih ekonomis, bayi mengembangkan pola makan sehat, bayi berpartisipasi dalam makanan keluarga dan umumnya makan apa yang dimakan oleh keluarga. Selain itu baby led weaning juga akan mengembangkan kemampuan mengunyah, ketangkasan manual dan koordinasi tangan dan mata yang lebih baik dan cepat dibanding dengan bayi yang terbiasa disuap.
Muharyani, P. W., Jaji, & Nurhayati, E. (2014). Pengaruh Metode Baby Led Weaning Terhadap Keterampilan Oral Motor Pada Bayi (6-12 bulan) Di Desa Sidorejo UPTD Puskesmas Way Hitam IV. Jurnal Keperawatan Komunitas, 2(1), 32-38.
previous post
Ikigai: Peta Harta Karun Untuk Menemukan Tujuan Hidupmu