banner

pengalaman mendapatkan beasiswa OSC 2019 di Universitas Fajar

Halo Sobat OSC,

Kenalin nama saya Muhammad Nurfitra Pustaka Alfurqan. saya masih menduduki kelas dua belas di SMA Negeri 13 Makassar yang sebentar lagi akan lulus. Saya merupakan salah satu dari 420 peraih beasiswa OSC 2019 yang lulus di Universitas Fajar dengan jurusan Teknik Kimia.

Kini saya akan membagi  cerita pengalaman-pengalaman saya kepada kalian selama saya mengikuti seleksi beasiswa OSC 2019 ini. Saya minta maaf kepada kalian juga karena baru sekarang saya ceritain pengalamannya. Hehehe. Maaf yah

Okay kita mulai

Saya adalah siswa yang satu satunya mencari info beasiswa buat kuliah pada waktu itu. Padahal masa itu kita ini masih sibuk-sibuknya buat ujian akhir semester lima disekolah dan pelepasan jabatan di organisasi. belum ada yang kepikiran buat mikirin kuliah saat itu karena kuliah itu masih lama pikirnya mereka, tetapi saya sudah menganggap hal itu sudah dekat dan sudah tidak cukup waktu lagi buat main-main. Saya mendapatkan info beasiswa ini melalui instagram. Buat kalian yang ingin mengejar beasiswa juga, usahain handphonenya itu digunain baik baik.

Saya daftar beasiswa OSC 2019 dengan memilih Universitas Fajar. Jurusan pilihan pertama saya adalah Teknik Kimia dan yang kedua Hubungan Internasional. Saya hanya berfikir setidaknya saya akan memiliki cadangan jika suatu hal yang tidak bisa kita minta yaitu tidak lulus masuk perguruan tinggi negeri. Jadi akhirnya saya daftar,

Baik, buat kalian yang telinganya masih ketutup soal perguruan tinggi swasta, simak baik-baik. Apapun kampusnya dan apapun jurusan yang kalian pilih nantinya, pelajaran dan gelar yang akan kalian dapatkan kelak itu bakalan sama, itu saja. Soal biaya kuliah itu kalian tidak perlu pikirin dulu, cukup kalian belajar dengan baik baik, dan mengatur keuangan kalian yang diberikan sama orang tua, itu tidak perlu menjadi suatu masalah. Yakin kan diri kalian bahwa tuhan itu masih ada di hati kalian, ALLAH tidak akan memberi cobaan kepada hambanya diluar kemampuan mereka.

Seleksi beasiswa ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tes online, seleksi berkas , dan tes offline.  Beribu-ribu siswa dari berbagai pelosok di Indonesia mengikuti tes ini dengan bermodalkan alat elektronik mereka. Masing-masing pilihan universitas bebeda , mata ujian seleksi nya berbeda beda dan waktu pengerjaan setiap Universitas  juga berbeda.

Sebelum saya mengerjakan soalnya saya berdoa terlebih dahulu agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam menyelesaikan tes ini, kemudian saya kerjakan dengan tenang. Sebelum saya kirim saya berdoa lagi agar bisa lulus tahap ini. Setelah terkirim saya cuman bisa berdoa dan berserah diri kepada tuhan. Ingat yah teman teman, usaha tanpa doa itu seperti satu dibagi nol menjadi sesuatu yang tidak terdefinisikan.

Postingan instagram sudah mengatakan bahwa yang akan lulus tes online hanya 150 orang per Universitas. Saya kembali berdoa agar nama saya ada diantara 150 orang tersebut. Pengumuman tes pun tiba. Nama saya terletak pada urutan 77 lengkap dengan asal sekolah , asal provinsi , dan diterima di jurusan apa. Disitu saya teriak kencang dan mengatakan Alhamdulillah lulus. Saya memberitahu ke bapak dan ibu saya yang pertamanya mereka tidak tau jika saya mengikuti seleksi ini.

Pada Tahap seleksi berkas, kita diberi waktu seminggu buat kirim berkas tersebut. Berkas-berkas tersebut dikirim sesuai permintaan universitasnya. Saya dibantu ibu saya untuk pemeriksaan di dinas kesehatan dan bapak saya juga bantuin saya buat urus catatan kepolisian. itu hari saya izin tindak mengikuti pelajaran selama tiga hari dan melewatkan ujian praktik, tetapi saya menghadap kembali buat ujian praktik sendiri. Saya dibantu juga sama kaka yang jauh di Jepang buat menyatukan berkas berkas saya dengan menjadi PDF. Dan berkas saya terkirim beberapa jam sebelum batas waktu.

Saya kepikiran bahwa jika saya lulus seleksi berkas, saya mesti ke Jakarta buat tes offline. Akhirnya saya bilang kepada saya orang tua saya jika saya lulus seleksi berkas, saya mesti ke Jakarta buat tes offline, orang tua saya Cuma terdiam.

Kalian yang disana tidak usaha kepikiran bagian ini, karena orang tua kalian akan mencari jalan terbaik buat kalian apalagi menyangkut halnya dalam pendidikan. Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya buta pendidikan.

Orang tua saya menyiapkan uang buat persiapan tes ke Jakarta nantinya. Lengkap dengan biaya tempat tinggal dan makan.

Postingan di instagram mengatakan bahwa dari 150 orang , yang bakalan lolos itu hanya ada tujuh puluh orang. Jangan putus berdoa yah sobat

Waktu pengumuman seleksi berkas bertepatan dengan waktu pengumuman lomba saya. Saya menjadi deg degan yang mana bakalan saya lulusin. Akhirnya pengumuman keduanya keluar dan Alhamdulillah saya lulus seleksi berkas, tetapi saya tidak lulus lomba.

Kalian sobat OSc perlu ketahui bahwa tuhan itu tau yang mana terbaik bagi kamu nantinya. Saya Cuma pasrah akan lombanya dan bersemangat mempersiapkan tes offline.

Pengumuman seleksi berkas saya berada pada urutan ke 57, Alhamdulillah saya terselamatkan karena tersisa tiga belas orang lagi nama saya bakalan tidak ada disitu.

Orang tua saya belum bisa percayai saya untuk berangkat sendiri jadinya Saya berangkat ke Jakarta dengan ditemani bapak saya,kemudian saya berpamit kepada ibu saya.

Yang menjadi hal menarik semasa saya tiba di Jakarta adalah tempat tinggal yang saya tempati itu dipenuhi dengan para finalis OSC 2019, pengalaman terbaik bisa mendapatkan teman baru dari berbagai pelosok Indonesia,dan berbagai sekolah. Ini baru tempat tinggal, apa kabar jika sudah tempat tes.

Selama saya di Jakarta saya banyak belajar cara hidup yang minimalis, dan buat kalian juga mesti berfikirlah , kalian itu ke Jakarta bukan buat jalan-jalan melainkan kalian ingin mengejar cita-cita kalian.

Setibanya di Jakarta para finalis itu belum tau apa yang bakalan di tes pada tes akhir ini, saya tidak punya persiapan dong.

 pengumuman jenis tes di infokan jam sepuluh malam dan itu saya sudah lelah sekali.

Setibanya hari H, wow, tempat tes tersebut di penuhi beribu beribu siswa berpakaian abu abu dari berbeda beda sekolah.

Yang dapat saya katakan hanyalah jika saya tidak dapat lulus seleksi ini, jangan berfikir ini adalah akhir, karena masih ada tes-tes lainnya.

Tes offline  dilaksanakan dari pukul delapan pagi hingga jam sebelas malam, luar biasa. Mata saya masih wah banget menunggu nama saya keluar di layar.

Alhamdulillah saya lulus , terima kasih ya ALLAH. Semua ini karena bantuanmu.

Walaupun Cuma sehari penuh kita berteman dari berbagai daerah tapi ini sangatlah berarti.

Cukup yah teman-teman , semoga apa yang kalian baca disini bisa menjadi inspirasi buat kalian peserta OSC 2020 , 2021 dan seterusnya nanti

Jika kalian menemukan hal baru melalui artikel ini, tekan tombol LIKE dan SHARE keteman- teman kalian agar teman kalian juga tahu

Terima kasih….

  43 Views    Likes  

banner
GAGAL SNMPTN! Ini yang harus Kamu lakukan

previous post

Sejarah Rafflesia arnoldii, Bunga Raksasa dari Bengkulu
GAGAL SNMPTN! Ini yang harus Kamu lakukan

next post

GAGAL SNMPTN! Ini yang harus Kamu lakukan

related posts