banner

Resolusi Tahun Baru Islam 1442 Hijriah sebagai Ajang Spiritual dan Sosial

Tanggal 1 Muharram yang jatuh pada hari Kamis (20/8) menandai awal Tahun Baru Islam 1442 Hijriah. Dilihat dari segi maknanya, kata ‘Muharram’ secara harfiah yaitu dilarang. Hal-hal yang dimaksudkan ‘Dilarang’ disini bisa dikategorikan seperti segala bentuk perbuatan negatif, yang berarti kita tidak boleh melakukannya selama berada di bulan ini. Namun, jika kita kaitkan dengan status kita sebagai generasi covid-19 saat ini bisa saja menimbulkan resolusi baru. Resolusi merupakan wadah untuk menuangkan cita-cita yang ingin kita gapai di Tahun Baru Islam 1442 H.

Pada umumnya, perayaan Tahun Baru Islam selalu menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh sebagian ummat Islam untuk bermuhasabah kepada pencipta-Nya. Banyak acara diselenggarakan guna memperingati Tahun Baru Islam, seperti Bari’an. Seharusnya, bari’an menjadi acara yang istimewa bagi masyarakat awam karena setelah menjalankan ibadah puasa, mereka bisa berkumpul dengan tetangga di setiap perempatan jalan dengan membawa kenduri masing-masing, lalu saling bertukar lauk-pauk secara bersamaan untuk dimakan. Tradisi bari’an kemungkinan tak akan berjalan efektif di tengah pandemi seperti sekarang. Generasi covid-19 yang bijak akan menyiasati tradisi tersebut dengan beresolusi sebagai ajang memperbaiki diri dari segi spiritual maupun sosial.

Benefit Tahun Baru Islam 1442 Hijriah

            Mendekatkan diri kepada-Nya bukankah berarti secara tidak langsung kita juga meminta perlindungan dari ancaman covid-19? Sepertinya benefit ini menjadi resolusi pertama yang dapat kita panjatkan di hari suci ini. Keuntungan lain dari dekat kepada-Nya, yakni membuat sendi-sendi kecemasan kita berkurang. Bergairah ke arah yang dapat menghasilkan suasana baru, keluar dari jerat maut wabah. Meskipun masih sedikit orang belum bisa mencium aroma relosui yang semerbak itu.

Tahun Baru Islam memang terkadang kalah saing dengan Tahun Baru Nasional. Bahkan tak jarang kita lebih antusias untuk menyambut perayaan Tahun Baru Nasional, ketimbang Tahun Baru Islam. Gelegar bunyi petasan yang lebih asyik sangat menggiurkan bagi semua kalangan. Sementara itu, suasana Tahun Baru Islam hanya sebatas tradisi yang masih dijalankan oleh sebagian orang yang percaya. Apalagi tahun ini ditambah dengan kondisi pandemi yang tak kunjung berakhir, semakin membuat suasana perayaan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah mencekam.

Selanjutnya, benefit sosial pasti akan didapatkan jika mampu mengesampingkan rasa egois kita terhadap orang lain. Tahun Baru Islam dinilai mampu menggugah rasa solidaritas kita kepada para terdampak covid-19. Jika ada pepatah yang menyatakan bahwa “Berbagi itu indah”, maka pepatah ini seharunya juga bisa direkayasa menjadi “Berbagi kuota itu indah”. Diantara generasi covid-19 yang menyandang sebagai status positif corona bukan berarti luput dari kepentingan kuota. Rasa sosial melalui kuota dapat terwujud dengan memberikan dukungan untuk terus melawan rasa ketakutan yang dapat merenggut nyawanya secara virtual, ibarat belajar daring yang juga membutuhkan kuota untuk menyambung pendidikannya di tengah pandemi seperti sekarang.

Tahun Baru Islam bukan lagi soal perayaan, usai kita merayakan 75 Tahun kemerdekaan Indonesia. Tahun Baru Islam menjadi ajang untuk memperkuat resolusi-resolusi yang mulai retak karena empati tak sempat diberi. Berlipat ganda kebahagiaan di bulan ini, membawa kita pada  dimensi waktu yang baru, penuh dengan perubahan, keoptimisan untuk kehidupan yang lebih baik, jangan melihat hanya dari satu sudut pandang saja, mendengarkan apa yang seharusnya disuarakan, serta melaksanakan tidak hanya mendengarkan.

Harapan untuk Di-implementasi, bukan Narasi

            Sebelum covid-19 melanda di Indonesia, penduduk Islam mengalami cobaan yang tak kalah berat. Namun, seiring dengan rasa persatuan untuk terus menggapai titik solusi maka semuanya dapat teratasi. Boleh saja memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi yang tidak boleh adalah mempercayai segala bentuk tradisi yang dicap permananen sebagai takhayul. Kurang benar apabila kesialan yang menimpa seseorang selalu dikaitkan dengan bulan penuh barokah ini.

Bulan Muharram bisa menjadi apa yang kita fikirkan. Saat ini harapan terbaik bagi generasi covid-19 di Tahun Baru Islam 1442 Hijriah adalah semoga dapat menyeimbangkan antara keperluan spiritual dan sosial, serta menginstropeksi diri tentang apa yang terjadi hari ini, esok, bahkan lusa yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Tidak ada gonjang-ganjing dalam menerima pernyataan bahwa Tahun Baru Islam memiliki kedudukan yang berbeda dengan Tahun Baru Nasional.

  0 Views    Likes  

banner
cara Belajar Produktif & membangun motivasi belajar buat beasiswa Gimana sih ?

previous post

Cara Konsisten dalam menulis cerita pada wattpad
cara Belajar Produktif & membangun motivasi belajar buat beasiswa Gimana sih ?

next post

cara Belajar Produktif & membangun motivasi belajar buat beasiswa Gimana sih ?

related posts