Sepenggal Kisah Perjuangan Pejuang OSC

Hola sobat OSC! Apa kabar semuanya? Semoga baik-baik saja ya di tengah cuaca yang tidak menentu ini. Kali ini, saya akan menceritakan sedikit mengenai perjalanan saya untuk menjadi Awardee OSC 2020 di Itenas. Jujur saja, saya sendiri tidak menyangka akan berada di titik ini karena awalnya saya sempat berpikir pesimis bahwa tidak mungkin saya bias lolos.

Perjalanan saya dimulai saat saya iseng mencari info beasiswa di malam hari saat saya sedang mengerjakan tugas-tugas sekolah yang begitu menumpuk di bulan Agustus akhir. Tak sengaja saya menemukan beasiswa OSC. Namun, saya hanya sebatas menyimpan informasinya terlebih dahulu. Dilanjutkan pada pertengahan bulan Oktober dimana saya melihat info beasiswa OSC di berita dan yang daftar sudah 33.000. Saat itu, hati saya tergerak ingin mendaftar namun juga ragu apakah saya akan bias atau tidak. Dengan dukungan orangtua dan mengingat bagaimana ekonomi keluarga saya pada 2020 itu, saya pun memulai riset jurusan-jurusan yang saya inginkan. Hingga saya memantapkan hati untuk mendaftar tepat seminggu sebelum penutupan pendaftaran dengan kampus pilhan saya yaitu Itenas dengan pilihan 1 adalah teknik mesin dan pilihan 2 adalah teknik sipil.

Tahap selanjutnya adalah Online test. Gugup tentu iya, ditambah saya sempat mengikuti TO sekali dan hasilnya tidak memuaskan. Namun, saat saya mengerjakannya ternyata tidak jauh berbeda dari TO sebelumnya. Sehingga, saya dapat mengerjakan sebagian besar soalnya dengan baik. Tapi, pada saat itu sedang hujan badai di daerah saya sehingga jaringan saya cukup terganggu sehingga saat perpindahan halaman memakan waktu yang cukup lama.

Setelah menunggu beberapa hari pasca Online test, akhinya hari pengumuman pun tiba. Meskipun pengumuman sudah sejak sore, saya baru membukanya sehabis sholat Maghrib. Saya sangat takut tidak lulus, meskipun berusaha meyakinkan diri bahwa tidak apa jika tidak lulus namun tetap saja rasa ingin lulus itu tetap ada. Ditambah teman saya yang mengikuti beasiswa ini juga tidak lulus, semakin takutlah hati ini. Saat membukanya dan melihat nama saya, saya terharu sekaligus bangga kepada diri saya karena dari sekian banyak orang salah satunya terdapat nama saya. Begitu pula orangtua saya saat saya mengumumkan bahwa saya berhasil melewati tahap pertama. Selain itu, orangtua saya juga terkejut akan jurusan yang berhasil saya masuki, teknik mesin. Namun, saya tetap senang karena sesuai dengan jurusan yang saya inginkan.

Meskipun tahap kedua seleksi berkas terdengar mudah, bagi saya ini adalah tantangan sesungguhnya. Dimana keyakinan untuk lanjut mulai goyah karena berkas-berkas yang saya urus sering mengalami berbagai kendala. Dimulai dari pengurusan SKCK dimana orang terkaitnya selalu tidak ada ditempat hingga kendala pada saat mengumpulkan berkas yang saya uji coba dikirimkan kepada teman saya dan tidak bisa dibuka.  Setelah diotak-atik akhirnya dapat juga di buka dan langsung saya kirimkan.

Masuk ke tahap selanjutnya adalah hal lainnya yang tidak saya duga. Saya Begitu senang sekaligus takut untuk menghadapi final test. Meskipun begitu, saya semakin percaya diri karena saya sudah berada di penghujung perjuangan demi mendapatkan OSC. Karena saya mengambil Teknik, maka dari pihak Universitasnya sendiri memberikan soal berupa matematika dan fisika. Saya cukup yakin dengan jawaban saya kali ini. Setelah itu, saat dikira semua telah selesai muncullah notifikasi pemberitahuan bahwa besok hari akan ada wawancara. Mana posisi saya saat itu sedang jauh dari rumah. Namun untungnya, dekat dengan kantor teman ayah saya. Maka, pada hari wawancara saya meminjam kantor teman ayah saya dan memakai baju berkerah seadanya. Namun, ternyata tidak semenyeramkan itu. Saya pun berhasil melewatinya dengan lancer.

Hingga terakhir, adalah saat-saat yang paling mendebarkan yaitu Awarding. Momen yang ditunggu ini akhirnya tiba. Tentu saja hati tidak bisa berbohong. Namun, aku tetap meyakinkan diri bahwa telah melakukan yang terbaik. Meskipun, tidak berhasil tapi setidaknya telah melakukan yang terbaik. Saat bagian Itenas dan keluar nama saya, air mata tidak dapat terbendung. Begitu bangga dan senang rasanya saat mengetahui hal yang saya perjuangkan tidak sia-sia. Jadi, begitulah cerita perjalanan saya dalam meraih OSC. Semoga bermanfaat!

  3 Views    Likes  

Tips Menjaga Kesehatan selama Nge-Kost

previous post

REVIEW FILM SRI ASIH LANJUTAN DARI GUNDALA
Tips Menjaga Kesehatan selama Nge-Kost

next post

Tips Menjaga Kesehatan selama Nge-Kost

related posts