(#AkuPenasaran) Mengapa Pluto tidak disebut planet?

Halo Sobat OSC! kembali lagi di sesi #AkuPenasaran, ingatkah kejadian tahun 2006, dimana Pluto telah dikeluarkan dari planet di Tata Surya? ketika Pluto masih dikategorikan sebagai planet, Planet Pluto merupakan planet yang author sukai dan terlihat unik karen adanya bentuk hati pada planet pluto ????????.

 

Pluto ditemukan pada tanggal 18 Februari 1930 di Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, oleh astronom Clyde W. Tombaugh dengan kontribusi dari William H. Pickering. Sejak saat itulah, Pluto dinyatakan sebagai Planet kesembilan dari Matahari.

 

Mengapa pluto dikeluarkan dari tata surya kita?

Sebelum menuju persyaratan planet, sebaiknya kita mengetahui dulu apa itu planet. Berdasarkan IAU (International Astronomical Union) menyatakan Planet adalah benda langit yang (a) mengorbit mengelilingi Matahari, (b) memiliki massa yang cukup untuk memiliki gravitasi sendiri untuk mengatasi gaya benda tegar sehingga berbentuk kesetimbangan hidrostatik (hampir bulat), dan (c) telah dibersihkan lingkungan sekitar orbitnya.

 

Tidak hanya istilah “Planet” tetapi juga ada istilah “Planet Katai” yang diartikan sebagai benda langit yang (a) mengorbit mengelilingi Matahari, (b) memiliki massa yang cukup untuk memiliki gravitasi sendiri untuk mengatasi gaya benda tegar sehingga berbentuk kesetimbangan hidrostatik (hampir bulat), (c) belum membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya, dan (d) bukan satelit.

 

Wah dari sini sepertinya sudah terjawab mengapa Pluto dikeluarkan dari Planet dan dikategorkan menjadi “planet katai”. Ya betul! Alasan sains yang dapat dibuktikan yaitu pada syarat ketiga. Oleh karena itu, IAU memutuskan untuk mereklasifikasi Pluto. Alasan sains lainnya yaitu:

1. Pluto tidak dapat membersihkan lingkungan sekitar orbitnya

Pluto tidak memiliki dominasi orbital. Dengan dominasi orbital, sebuah planet dapat menjadi objek angkasa dengan gravitasi dominan dalam jalur orbitnya sendiri. Tidak boleh ada objek lainnya di sekitar planet, kecuali satelit alam atau bulan. 

 

2. Jarak Pluto dan Matahari terlalu jauh

Pluto mengorbit pada sudut 17 derajat sehingga cenderung melebar dan memungkinkan Pluto dapat keluar dari tata surya atau semakin menjauh dari Matahari.

 

3. Ukuran Pluto terlalu kecil dari planet lainnya

Diameter Pluto hanya mencapai 2.390 km dan itu adalah ukuran dari 70 persen Bulan atau 18 persen ukuran Bumi. Jika ukuran dan massa sebuah objek terlalu kecil maka mustahil kekuatan gravitasinya dapat mendominasi orbital

 

4. Kekuatan gravitasi Pluto tidak cukup kuat disamakan dengan gravitasi minimal dari planet

NASA mencatat bahwa kekuatan gravitasi Pluto hanya satu per lima belas dibandingkan dengan kekuatan gravitasi Bumi atau senilai 0.58 dan merupakan planet dengan kekuatan gravitasi terendah. Ini sebabnya Pluto dianggap sebagai dwarf planet dan bukan planet normal layaknya planet-planet lainnya.

 

Funfact: Sebetulnya banyak planet yang hampir menjadi bagian dari tata surya kita lho, salah satu contohnya yaitu Eris. 

 

Sumber:

https://www.idntimes.com/science/discovery/dahli-anggara/alasan-pluto-tidak-lagi-dianggap-planet-c1c2/5

https://solarsystem.nasa.gov/planets/in-depth/

https://www.republika.co.id/berita/q99yp0368/perdebatan-soal-pluto-yang-tak-kunjung-selesai

https://www.kompas.com/sains/read/2022/01/01/180300723/benarkah-pluto-akan-kembali-menjadi-planet-ini-kata-ilmuwan?page=all 

  6 Views    Likes  

Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2022 Dibuka, Inilah Persyaratan dan Jadwalnya !

previous post

10 TEMPAT MENCARI INFORMASI BEASISWA YANG AKURAT
Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2022 Dibuka, Inilah Persyaratan dan Jadwalnya !

next post

Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2022 Dibuka, Inilah Persyaratan dan Jadwalnya !

related posts