Artificial Intelligence: Kekuatan Negara-Negara Dunia di Masa Depan

Hari ini, revolusi industri baru memasuki babak global dan perkembangan teknologi meluas ke seluruh dunia dengan sangat cepat. Beragam proses transformasi dan adaptasi teknologi pun mengambil alih bidang ekonomi, politik, kesehatan, dan sebagainya. Misalnya saja studi mengenai 5G, industri 4.0, big data, “internet of things” (IoT), hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Kita tentu setidaknya pernah mendengar istilah artificial intelligence atau AI ini. Yang paling umum adalah ketika membahas mengenai robot atau mesin canggih pengenal wajah seseorang. Namun AI tentu tidak sebatas itu. Kita bisa menemukan AI dalam sejumlah bidang penting termasuk pengenalan suara, identifikasi gambar, pemrosesan bahasa, sistem pakar, jaringan saraf, perencanaan, robotika, dan agen kecerdasan. AI bekerja menggunakan program atau sistem yang memperlihatkan kecerdasan manusia, dimana terjadi integrasi dan analisa informasi yang berulang-ulang sebelum menghasilkan keputusan yang terbaik. Karena itu teknologi ini mampu membuat keputusan yang normalnya memerlukan tingkat keahlian manusia untuk menangani suatu permasalahan sebaik mungkin.

Bagaimana AI Berawal?

Konsep yang mirip dengan AI telah ada sejak waktu yang lama dari abad ke-18. Sejarah penting dalam bidang ini adalah ketika pada 1950-an, Alan Turing, seorang ahli matematika Inggris dan pemecah kode Perang Dunia II, untuk pertama kali mengajukan percobaan kecerdasan mesin (dikenal dengan Turing Test) dimana sebuah mesin menyamar menjadi manusia dalam permainan tiruan dan merespon seperti manusia terhadap serangkaian pertanyaan. Namun istilah “artificial intelligence” ini sendiri baru pertama kali digunakan oleh ilmuwan Amerika, John McCarthy, pada sebuah konferensi 1956, yang sekaligus menetapkan AI sebagai disiplin ilmu yang baru.

Perkembangan AI terus berlanjut hingga hari ini, dan menghasilkan berbagai contoh populer seperti alat pengenalan suara, robotika, hingga senjata otomatis. Jika awalnya AI dideskripsikan sebagai “ilmu dan teknik penciptaan oleh mesin cerdas”, perkembangan yang lebih baru membuat AI lebih merujuk pada “mesin dengan kemampuan menyelesaikan masalah yang biasanya ditangani oleh manusia menggunakan kecerdasan alami.”

Kemajuan AI menciptakan perubahan dan menambah kekuatan baru dalam masyarakat dengan membuat terobosan di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dan agrikultur. Hasilnya, AI membawa banyak peluang untuk memudahkan pekerjaan manusia, seperti menganalisa industri; meningkatkan kinerja teknologi analitik; menyelesaikan hambatan ekonomi seperti dalam bahasa atau terjemahan; meningkatkan kemampuan manusia dalam pekerjaan dengan lebih baik; serta memberikan visi ke depan, pemahaman, hingga memori yang lebih akurat.

Kompetisi Internasional dalam Bidang AI

Dalam beberapa tahun terakhir, AI menjadi salah satu topik paling hangat di kalangan para pemimpin negara di seluruh dunia. Di satu sisi, perlombaan kemajuan AI secara maksimal telah menjadi salah satu tujuan politik utama dari kekuatan global seperti Amerika Serikat dan China. Amerika Serikat, China dan Jerman, adalah negara-negara yang maju secara teknologi dan ekonomi, dimana mereka telah memperkuat studi dan penerapan AI di tingkat publik maupun swasta.

Negara-negara telah mengakui perlunya upaya mengadopsi dokumen strategis yang memadai berkaitan dengan perkembangan dinamis teknologi AI dan potensi dampak berskala besarnya dalam waktu dekat. Di sisi lain, tidak hanya dari negara, AI juga menunjukkan pengaruh yang semakin besar dari perusahaan multinasional dan keterlibatan mereka dalam urusan internasional.

Persaingan yang terjadi antara negara-negara ini pun telah menciptakan lingkungan global yang kompetitif. Negara merasa perlu memfokuskan bidang ini di dalam suatu sistem yang dilengkapi regulasi spesifik. Terbukti telah ada 35 negara yang mencanangkan strategi AI nasional mereka. Bahkan struktur internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE) juga bergabung ke dalam tren ini sejak Januari 2020. Strategi ini diperlukan agar mereka tetap kompetitif untuk bisa bertahan di lingkaran superpowers global.

Di dalam lingkaran superpowers ini, ada China misalnya, yang telah mengadopsi A New Generation of Artificial intelligence Development Plan atau Strategi Pengembangan AI pada tahun 2017 silam. Lalu ada presiden Amerika Serikat yang mengeluarkan Peraturan Presiden 13859 pada 11 Februari 2019 untuk mempertahankan kepemimpinan AS dalam AI.

Rusia juga menyadari pentingnya mengeluarkan kebijakan untuk perkembangan AI yang tertuang dalam Strategi Nasional Rusia untuk periode hingga tahun 2030 kelak. Langkah aktor lain yang baru-baru ini menyita perhatian global adalah pengajuan Proposal Artificial Intelligence oleh Uni Eropa pada April 2021 kemarin, yang diberi judul lengkap “Regulation of the European Parliament and of the Council Laying Down Harmonised Rules on Artificial intelligence (Artificial intelligence Act)”.

Di Indonesia sendiri, pemerintah menerbitkan blueprint strategi nasional untuk pengembangan AI yang aman dan bermanfaat untuk semua pihak selama periode tahun 2020 hingga 2045. Indonesia disebut akan fokus pada proyek AI dalam bidang pendidikan dan penelitian, pelayanan kesehatan, reformasi birokrasi, serta keamanan pangan serta program smart cities. Hingga saat ini, sejumlah proyek negara telah merangkul teknologi AI, termasuk mesin pendeteksi kebakaran hutan dan pengembangan solusi berbasis-teknologi di sekolah maupun institusi-institusi pendidikan.

Artificial Intelligence adalah teknologi kunci yang menentukan kekuatan nasional di masa depan serta vital bagi keamanan nasional suatu negara, sehingga dapat dikatakan siapapun yang menjadi pemimpin dalam bidang AI berarti menjadi pemimpin dunia. Dan bagi negara, visi ini tentu menjadi salah satu investasi terbesar mereka untuk keuntungan di masa depan.

 

Sumber

HolonIQ, Government Publications and Announcements. (2019). The Global AI Strategy Landscape. Diakses dari https://www.holoniq.com/notes/the-global-ai-strategy-landscape/

Hovsepyan, E. (2020). Regulating AI: A Success Story for the European Union?. Diakses dari https://www.e-ir.info/2020/07/13/regulating-ai-a-success-story-for-the-european-union/

Iswara, A. (2020). Indonesia sets sights on artificial intelligence in new national strategy. Diakses dari https://www.thejakartapost.com/news/2020/08/13/indonesia-sets-sights-on-artificial-intelligence-in-new-national-strategy.html.

SAS Insights. (2020). Artificial intelligence: What it is and why it matters. Diakses dari https://www.sas.com/en_us/insights/analytics/what-is-artificial-intelligence.html.

Shubhendu, S. & Vijay, J. (2013). Applicability of Artificial intelligence in Different Fields of Life. International Journal of Scientific Engineering and Research, 1 (1): 28-35.

Sumber Gambar

Analytics Steps. Diakses dari https://www.analyticssteps.com

Moondela Magazine. Diakses dari https://moondela.com/

Ratweb Tech. Diakses dari https://ratwebtech.com/

  38 Views    Likes  

Ayo Susul Jerome Polin Berkuliah di Jepang Gratis dengan 7 Beasiswa ini!

previous post

Mau Lanjut Kuliah di Korea Selatan Tanpa Biaya? Kuy Kepoin 7 Beasiswa ini!
Ayo Susul Jerome Polin Berkuliah di Jepang Gratis dengan 7 Beasiswa ini!

next post

Ayo Susul Jerome Polin Berkuliah di Jepang Gratis dengan 7 Beasiswa ini!

related posts