banner

Diskriminasi Pendidikan di masa pandemi

Dikriminasi Pendidikan di Masa Pandemi

            Diskriminasi pendidikan Indonesia di masa pandemi sangatlah terasa bagi seluruh pelajar yang ada di bumi nusantara ini. Daerah terujung bahkan terpencil sangat merasakan dampak dari diskriminasi pendidikan ini. Tidak tau siapa yang membuat keadaan pendidikan Indonesia menjadi buruk seperti saat ini. Kebutuhan pendidikan Indonesia di masa pandemi tidak tersebar dengan rata. Terdapat satu faktor yang menyebabkan diskriminasi pendidikan bagi pelajar di pelosok negeri yang kita cintai ini terjadi. Faktor tersebut ialah penyebaran COVID-19 yang sedang melanda di seluruh belahan bumi manapun termasuk Indonesia yang merasakan dampak yang besar dan terbilang menyakitkan. Akibat penyebaran virus tersebut banyak hal yang harus kita tunda terlebih dahulu seperti tatap muka dalam sekolah, proses perekonomian di pasar, bahkan kegiatan kita untuk beribadah di rumah ibadah yang kita sucikan harus ditunda terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Namun bukan menjadi alasan yang besar untuk tidak menyamaratakan kebutuhan pendidikan di Indonesia.

            Ada satu statement yang dikatakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud yakni bapak Nizam yang bersumber dari laman Direktorat Jenderal Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Beliau mengatakan “Saat ini pandemi menjadi tantangan dalam mengembangkan kreativitas terhadap penggunaan teknologi, bukan hanya transmisi pengetahuan, tapi juga bagaimana memastikan pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik,”(27/10). Perkataan bapak Nizam secara nyata belum terjadi atau terealisasikan, melihat kondisi pelajar Indonesia yang masih banyak materi pelajaran yang belum tersampaikan secara jelas kepada para pelajar Indonesia. Pihak Kementerian Pendidikan harusnya lebih aktif dalam melakukan evaluasi pengajaran selama masa pandemi ini melihat dari kondisi pelajar yang cukup memprihatinkan.

            Pemerintah yang diwakili Kementerian Pendidikan seharusnya turun tangan langsung melihat kondisi para pelajar di dalam aktivitas belajar mengajar bersama gurunya secara daring di kala pandemi dan segera mencari letak kesalahan dalam proses pembelajaran serta langsung memberikan solusi yang tepat agar kebutuhan pendidikan tersampaikan dengan baik kepada seluruh pelajar di Indonesia. Sudah banyak bentuk protes dan putus asa pelajar dalam menghadapi pembelajaran secara daring, bahkan ada satu kasus yang dialami pelajar Indonesia akibat proses pembelajaran secara daring yakni kasus bunuh diri yang dilakukan oleh salah satu pelajar yang duduk di bangku menengah pertama di wilayah Tarakan, Kalimanatan Utara berinisial AN. Dari info yang didapatkan bersumber dari CNN Indonesia penyebab pelajar tersebut bunuh diri diakibatkan banyak tugas sekolah yang diberikan secara daring yang belum dikerjakan oleh korban sehingga membuat korban tesebut tidak mengikuti kegiatan ujian akhir semester. Lalu ada satu kasus lagi yang paling mencuat di dunia pendidikan Indonesia yakni tewasnya mahasiswa Universitas Hasnuddin yang terjatuh dari menara masjid akibat mencari jaringan internet untuk mengikuti kegiatan pembelajaran daring. Info tersebut bersumber dari KOMPAS.com. Kedua kasus tersebut harus sangat diperhatikan oleh pemerintah mengingat upaya pembelajaran tersampaikan secara baik. Pembelajaran secara daring telah menimbulkan diskriminasi pendidikan bagi pelajar yang daerahnya belum terjangkau oleh jaringan internet atau pelajar yang merasakan proses pembelajaran hanya diberikan tugas oleh gurunya tanpa ada penjelasan materi yang ditugaskan. Hal ini merupakan masalah krusial yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah mengingat sudah banyak kasus yang telah terjadi akibat diskriminasi pendidikan selama pembelajran daring berlangsung.

            Dari masalah diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pemerintah seharusnya aktif dalam melihat kondisi pendidikan Indonesia selama pandemi berlangsung. Pemerintah harus menyiapkan langkah dalam memberantas masalah-masalah yang terjadi selama pembelajaran daring, baik itu dari permasalahan jaringan internet atau cara pengajar yang seharusnya diberikan arahan agar memberikan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Diskriminasi pendidikan harus segera disudahi agar tidak menimbulkan banyak korban dan permasalahan yang dapat merusak citra pendidikan Indonesia.

  53 Views    Likes  

banner
Pandemi COVID-19 Diprediksi Segera Berakhir Dalam Waktu Dekat, Benarkah ?

previous post

Diskriminasi Pendidikan di masa pandemi
Pandemi COVID-19 Diprediksi Segera Berakhir Dalam Waktu Dekat, Benarkah ?

next post

Pandemi COVID-19 Diprediksi Segera Berakhir Dalam Waktu Dekat, Benarkah ?

related posts