banner

Media sosial dalam data

Media sosial, apakah kata tersebut asing ditelinga kalian? Atau justru sangat mahir mengoperasikannya?. Lalu apa yang kalian ketahui tentang pengertian dari media sosial itu sendiri? Apakah hanya sebatas mengenal yang namanya Facebook, Instagram, WhatsApp, Twitter, E-mail, dan sejenisnya?. Dan berapa usia kalian saat ini? Diatas 17 tahun? 12-16 tahun? Atau diluar itu?. Pengertian media sosial itu sendiri seperti dilansir dari laman Wikipedia adalah "Sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, Wiki, forum, dan dunia virtual". Dari pengertian tersebut secara sederhana kita dapat menyimpulkan bahwa alat atau media untuk berbagi informasi dalam bentuk apapun dapat dikatakan sebagai media sosial. Termasuk situs yang kalian gunakan untuk membaca artikel ini. "Media sosial" dan "Sosial Media" atau disingkat "Medsos" dan "Sosmed", menurut kalian mana yang lebih tepat penulisannya?. Pada sebagian besar orang di Indonesia sering mensama-artikan tentang pengertian dari kedua kata ini lho, penulisan yang lebih tepat untuk istilah bahasa Indonesia adalah "Media sosial" ini berbanding lurus dengan pengertian dari kata tersebut. Sedangkan "Sosial media" adalah penyebutan dalam bahasa Inggris (social media). Sederhananya "Social media" adalah bahasa Inggris, sedangkan "Media sosial" adalah terjemahannya. Lalu apakah kamu dan teman-temanmu aktif di media sosial? Atau bahkan orang tua kalian juga update dengan media sosial?, jika ya maka adalah hal yang wajar. Menurut hasil riset dari WeAreSocial yang dipublikasikan di laman databoks.katadata.co.id pada Januari 2019, total pengguna media sosiYa Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi Indonesia. Bayangkan saja lebih dari setengah populasi Indonesia adalah pengguna media sosial, jadi wajar bila hampir di manapun kita berada kita menjumpai orang-orang yang aktif memegang gadget-nya. Data lain juga menyebutkan bahwa pengguna media sosial juga bukan hanya berasal dari kalangan anak muda, dilansir oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018. Kelompok usia 19-34 tahun sebanyak 49,52%, kelompok usia 35-34 tahun sebanyak 29,55%, dan diatas 54 tahun sebanyak 4,24%. Dengan perbandingan hampir separuh dari total pengguna internet di Indonesia. Apakah ayah dan ibu kalian juga termasuk didalamnya?. Adapun dampak positif dari fungsi dari media sosial itu sendiri menurut pengamatan saya sendiri sebagai penulis adalah: Proses perkenalan/sosialisasi antar manusia hampir tidak memiliki hambatan Kemampuan untuk memperkaya wawasan dari segala aspek semakin terdukung Media sosial tidak hanya sebagai sarana umum sosialisasi, namun juga 'terselip' fungsi penyebaran berita/informasi dari berbagai wilayah yang menggeser peran media massa dengan bentuk cetak. Media sosial digunakan sebagai sarana penunjang kegiatan ekonomi(jual-beli produk, informasi spesifikasi produk, pemberitahuan 'update' produk terbaru), serta sarana menjalin relasi penjual dengan pembeli, distributor dengan konsumen. Sarana pemuasan kebutuhan batin berupa 'memamerkan diri' agar dilihat individu atau golongan lain demi pengakuan diri/individu atau golongan/kaum/kelompok lain dapat dilakukan dengan mudah. Dari hal diatas, wajar saja media sosial digunakan oleh mayoritas manusia di bumi dari berbagai kalangan. Tentunya diperlukan sikap pengendalian diri dan bersikap serta berfikir kritis mengenai penggunaan media sosial ini, terkait dengan pengguna yang berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda-beda, tentu semua informasi yang terdapat dalam media sosial bukanlah fakta. Masyarakat perlu diberikan sosialisasi dan pembimbingan dalam hal beretika di dunia maya

  1666 Views    Likes  

banner
Nasionalisme di Generasi Milenial

previous post

Mengenal Lebih Jauh Tentang Taijiquan
Nasionalisme di Generasi Milenial

next post

Nasionalisme di Generasi Milenial

related posts