banner

Mengenal Bandung Dream, Saingan Baru Jakarta Dream

Dari kecil, saya selalu ingat melihat berita ‘Angka Kenaikan Pendatang Baru di Jakarta Meningkat’ pasca libur lebaran di televisi.  Tiap tahun, pasti ada berita orang-orang yang setelah menghabiskan mudik di kampung halaman, kembali ke kota metropolitan membawa sanak saudaranya atau temannya.  Bagi orang-orang kelas menengah ke bawah di Indonesia, kami memang lebih akrab dengan ‘Jakarta Dream’ dibandingkan dengan ‘American Dream’ yang skalanya internasional.  Bisa tinggal dan kerja di Jakarta adalah sebuah prestasi yang selalu dibanggakan di kampung.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, saya menyadari kalau muncul satu kota yang kini menjadi saingan Jakarta untuk tujuan bekerja orang-orang masa kini.  Sebagai orang  Jawa Timur yang tinggal di Sidoarjo alias Surabaya geser dikit, saya sudah sadar kalau ada ‘Surabaya Dream’.  Namun berdasarkan pengalaman saya, hal ini hanya dimiliki oleh penduduk provinsi Jawa Timur dan orang-orang dari luar pulau seperti Kalimantan dan Sulawesi.

Kota yang muncul sebagai ‘XXX Dream’ baru yang hendak saya ceritakan di sini bukan Surabaya, tapi Bandung.  Iya, ibukota Jawa Barat yang jaraknya hanya tiga jam perjalanan dari Jakarta itu (kalau jalan tol lagi nggak macet).  Setelah diterima menjadi mahasiswa di salah satu universitas di bumi Pasundan tersebut, banyak kerabat dan orang-orang yang berkomentar “Wah keren itu!”

Sebagai mahasiswa semester tua yang harus mengungssi ke rumah orang tua pasca pandemi, pertanyaan yang dilontarkan oleh orang-orang selalu sama: “Habis lulus mau kerja di Bandung atau menetap di Sidoarjo?”

Jujur, saya sendiri belum tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan ini.  Kenapa?  Ya karena saya benar-benar belum membuat keputusan tersebut.  Tinggal di Sidoarjo dan tinggal di Bandung memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sedangkan saya masih menunggu doa saya dijawab oleh Tuhan sebelum membuat keputusan (eaaa).

Karena semua perkuliahan jadi daring dan daripada orang tua harus mengirim uang untuk jatah hidup saya, ya akhirnya saya sudah berada di rumah kurang lebih satu tahun lamanya semenjak pandemi.  Jadi normal-normal saja toh kalau saya menjawab “Belum tahu nih om.  Tapi sekarang sih masih di rumah aja.”

“Lho jangan begitu, kamu ke Bandung saja!” adalah respon yang 80% selalu saya dapatkan.  Berikutnya, saya akan mendengar cerita-cerita sukses mengenai kenalan mereka yang tinggal plus bekerja di Bandung serta memiliki hidup yang makmur.

Sekarang kalau saya pikir-pikir, ternyata memang ada alasan logis dibalik munculnya ‘Bandung Dream’ di lingkungan saya, Jawa Timur.  Ada lima alasan yang menurut saya yang menjadikan Bandung sebagai kota yang selalu dielu-elukan oleh orang-orang untuk dijadikan destinasi bekerja dan hidup.

 

 

 

#1 Dikenal luas sebagai kota pelajar

Bagi orang Jawa Timur, berkuliah di Bandung itu terdengar sangat keren karena jarak merantau yang jauh.  Iya, ada kesan daerah ‘main’-nya jadi makin luas, bukan sekadar dari ujung Surabaya sampai ujung Malang saja.  Selain itu, Bandung memiliki banyak PTN dan PTS yang nama-namanya sudah terkenal seantero Indonesia.

#2 Terkenal sebagai kota yang seproduktif Jakarta, minus macet dan modernisasinya

Satu hal yang selalu dijunjung tinggi oleh orang-orang paruh baya teman-teman orang tua saya adalah: “Pekerjaan di Bandung banyak kok sekarang!  Nggak macet pula.”  Well, saya yang sudah tiga tahun lebih tinggal di Bandung sebetulnya sedikit ragu dengan pernyataan tersebut karena Bandung juga macet kok.  Mungkin enaknya, tidak ada aturan plat ganjil genap seperti Jakarta, dan banyak jalanan yang satu arah di Bandung sehingga kesan macetnya masih lebih jinak dibandingkan ibukota hehehe.  Bandung juga kesannya modern, banyak gedung pencakar langit tapi tidak sepenuh Jakarta.  Di bumi Pasundan, mau daerah yang modern? Adaaaa.  Mau ke daerah yang masih bernuansa tradisional atau kuno ala-ala rumahnya Dilan dan Milea?  Adaaa juga.  Pokoknya lengkap, deh.

#3 Kota estetik yang dipenuhi tempat-tempat wisata

Hobi tante-tante yang tahu saya berkuliah di ibokota Jawa Barat tersebut adalah mengajukan pertanyaan yang sama tentang tiga tempat: “Sudah pernah Rumah Mode?  Sudah pernah ke Tangkuban Perahu?  Sudah pernah ke Gedung Sate?”  Iya, sudah pernah.  Namun Bandung lebih dari sekedar tiga tempat tersebut.  Ada banyak tempat wisata dan estetik yang cocok banget buat pajangan di feed Instagram.  Di pusat kota atau di pinggiran kota, rasanya nggak ada hentinya teman-teman saya yang wargi Bandung merekomendasikan tempat untuk dikunjungi.  Mau hunting street photography?  Tinggal cus ke Braga.  Mau menikmati suasana alam?  Tinggal lurus arah utara ke Lembang.  Mau belajar sejarah?  Ada banyak museum apik yang bersih dan terawat.  Wah, ini semua belum termasuk café-café hits yang sekarang selalu jadi incaran remaja untuk nongkrong sambal foto-foto genit.

#4 Dingin

Lo and behold, salah satu alasan pindah ke Bandung adalah suatu privilege ialah: perbedaan suhu!  Bagi penduduk Surabaya-Sidoarjo yang rasanya setiap hari tinggal di atas tungku api, tinggal di Bandung sama kerennya dengan tinggal di Batu, Malang.  Dulu ketika saya masih tinggal di Bandung dan pulang beberapa bulan sekali, banyak yang mengklaim kalau kulit saya terlihat lebih putih.  “Matahari di Bandung nggak jahat ya Kak?” tanya mereka.  Hm, saya jadi ketawa geli sendiri karena ternyata menurut orang-orang matahari itu pilih kasih terhadap kota-kota di Indonesia hahaha….  Sejauh pengalaman saya sih, memang panas matahari di Bandung tidak nyelekit seperti di Surabaya.  Dan karena saya tinggal dekat dengan arah jalan ke Lembang, setiap pagi dan siang saya mendapatkan suplai hembusan angin dingin dari pegunungan.

Iya, Bandung Dream itu nyata keberadaannya.  Walau masa depan nggak ada yang tahu akan jadi bagaimana, boleh lah ya saya bermimpi dulu bisa bekerja di Bandung dan tinggal di apartemen yang ada di kawasan Dago, hehehe…. Ah, rasanya jadi makin rindu ingin kembali ke kota perantuan tersebut dan mendengar sapaan “Neng, hayang ka mana?” begitu keluar dari stasiun.

 

Foto: Dokumentasi pribadi penulis

  35 Views    Likes  

banner
TIPS AND TRIK LOLOS BEASISWA OSC S1!

previous post

Pelajar Jangan Down dari Pandemi
TIPS AND TRIK LOLOS BEASISWA OSC S1!

next post

TIPS AND TRIK LOLOS BEASISWA OSC S1!

related posts