banner

Mengenal Lebih Jauh Pila Ampullacea Alias Tutut

Mengenal Lebih Jauh Pila Ampullacea Alias Tutut Pila Ampullacea atau keong alias tutut dianggap sebagai hama atau sekadar hewan tidak berguna yang hidup di sawah, sungai, dan danau. Namun, itu tidak berlaku bagi keluargaku bahkan pecinta kuliner indonesia. Aku dan nenekku biasanya mengolah Pilu Ampullacea alias tutut sebagai sajian wajib yang dihidangkan saat berkumpul bersama keluarga. Tutu digemari oleh keluarga kami dan ternyata tutut diluar sana juga memiliki banyak penggemar, hal ini dibuktikan dengan banyak sekali pesanan saat disajian- sajian kuliner. Selain rasanya sedap, bagi sebagian orang tutut dinilai sebagai sumber protein. Bahkan, ada yang mempercayai tutut sebagai sajian berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit liver, demam, dan penyakit kuning. Menurut Positive Deviance Resource Centre, Universitas Indonesia, keong sawah dianggap bergizi karena mengandung protein 12 persen, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram tutut, dan sisanya mengandung energi, protein, kalsium, karbohidrat, dan fosfor. Kandungan vitamin padanya juga cukup tinggi. Dengan dominasi vitamin A untuk mata, vitamin E untuk regenerasi sel dan kecantikan kulit, niacin yang berperan dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi, dan folat yang baik untuk ibu hamil supaya bayinya tidak cacat tabung syarafnya. Keong sawah mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat daging satu ekor tutut dewasa dapat mencapai 4-5 gram. Selain makronutrien, tubuh keong sawah juga mengandung mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Meskipun tutut itu kaya akan protein tutut juga ternyata kaya akan parasit. Seorang ahli parasit dari Universitas Florida, Heather Stockdale Walden mengatakan hewan Moluska membawa banyak parasit. Hewan ini tak hanya menularkan parasit pada manusia. Di Florida, anjing, burung, orang utan, serta berbagai binatang liar lain juga ikut terinfeksi. Ia diyakini menjadi penyebab kematian owa-owa putih (sejenis primata) di Kebun Binatang Metro Miami pada tahun 2004. “Parasit ingin [mendiami] inang yang akan dimakan. Siput [dalam hal ini termasuk tutut] adalah makanan untuk banyak hewan, termasuk burung," demikian kata Walden seperti ditulis National Geographic. Guna mendapat manfaat nutrisi dari tutut tanpa terinfeksi parasit, ada beberapa cara yang harus diperhatikan dalam mengolah hewan ini. PGuna mendapat manfaat nutrisi dari tutut tanpa terinfeksi parasit, ada beberapa cara yang harus diperhatikan dalam mengolah hewan ini. Pertama, sebelum dimasak, masukkan tutut ke dalam wadah kosong tanpa makanan selama 2 hari. Tujuannya adalah mengosongkan usus yang menjadi rumah parasit. Pertama, sebelum dimasak, masukkan tutut ke dalam wadah kosong tanpa makanan selama 2 hari. Tujuannya adalah mengosongkan usus yang menjadi rumah parasit. Kemudian olah tutut menggunakan air yang mendidih, tutut dapat diolah dengan berbagai macam olahan misalnya tutut balado, tutut surudut, tutut seuhah, tutut oseng dan lain sebagainya . Rasanya pasti lezatn , yummyyy. Itulah info mengenain Pila Ampullacea alias Tutut.

  31 Views    Likes  

banner
Berbuat Baik Tanpa Imbalan Baik

previous post

Keuntungan Menabung di Reksadana
Berbuat Baik Tanpa Imbalan Baik

next post

Berbuat Baik Tanpa Imbalan Baik

related posts