banner

Mengkaji Masalah Sosial Ekonomi Masyarakat Selama Pandemi Covid-19

Covid-19 (coronavirus disease 2019) adalah jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus dari golongan coronavirus, yaitu SARS-CoV-2 yang juga sering disebut virus Corona. Virus ini dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia. Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terterkonfirmasi positif hingga 11 Januari 2021 adalah 828.026 orang dengan jumlah kematian 24.129 orang (Pane, 2021). Virus ini dapat menular dengan cara melakukan kontak fisik seperti bersentuhan langsung maupun tak langsung satu sama lainnya. Bersentuhan langsung yang dimaksudkan disini adalah hal-hal seperti berjabat tangan, berpapasan badan, atau kontak fisik lainnya. Sedangkan bersentuhan secara tak langsung, sebagai contoh adalah virus dapat menyebar ke orang B, apabila ia memegang barang yang telah dipegang oleh orang A (Terkena Covid-19). Hal tersebutlah yang membuat virus ini semakin meluas dan mendunia. Karena pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang lazimnya tidak dapat hidup tanpa melakukan kontak fisik dengan orang lain. Dengan demikian, langkah yang dapat diambil untuk menangani kasus ini adalah dengan melakukan pembatasan kontak fisik berskala besar.

Dilansir dari situs berita tirto.id, PSBB alias Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah peraturan yang diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 (Putsanra, 2020). Pembatasan ini, meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan. Hal tersebut berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat Indonesia.

Virus yang diperkirakan masuk di Indonesia pada bulan Maret 2020 ini, telah banyak menimbulkan masalah sosial ekonomi yang serius di masyarakat Indonesia. Berikut adalah analisis permasalahan-permasalahan serta fakta-fakta sosial ekonomi yang timbul diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Angka Kemiskinan dan Pengangguran Meningkat.

Sejak diberlakukannya PSBB oleh pemerintah, permasalahan-permasalahan sosial seperti PHK, penutupan usaha, penutupan tempat wisata, dan lain sebagainya mulai bermunculan dan terus berlangsung di tengah masyarakat. Kasus ini terbukti melumpuhkan kegiatan ekonomi masyarakat dan berdampak pada kemiskinan.

Melemahnya Sektor Pariwisata.

Sektor pariwisata terkait dengan hotel, restoran, tempat wisata, dan lain sebagainya merupakan salah satu sektor yang berkontribusi besar bagi pendapatan daerah serta peningkatan lapangan kerja bagi masyarakat. Namun dengan ditutupnya sector pariwisata ini, maka tentu ekonomi atau pendapatan masyarakatnya merosot.

Meningkatnya Kasus Korupsi dan Tindak Kriminal.

Adanya situasi yang cukup tidak menyenangkan bagi sebagian masyarakat Indonesia, rupanya tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan penyelewenangan kekuasaan oleh pihak-pihak terkait. Sebagaimana kasus yang baru saja terungkap, akan adanya kasus korupsi dana bantuan sosial yang dilakukan oleh staf serta Menteri Sosial yang diperkirakan sekitar 17 Miliar . Selain itu, tindakan kriminal seperti pencurian, pembuatan handsanitizer atau disinfektan palsu, penipuan, perampokan, pembunuhan, dan lain sebagainya juga marak terjadi di tengah pandemi ini.

Disorganisasi dan disfungsi sosial.

Adanya prasangka dan diskriminasi terhadap korban Covid-19 merupakan perwujudan disorganisasi sosial (Syaifudin, 2020). Sedangkan adanya sikap masyarakat yang mulai membatasi jarak dengan orang lain karena khawatir terkena Covid-19 merupakan perwujudan disfungsi sosial .

Kelangkaan Barang

Oleh karena adanya jumlah korban Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia, beberapa barang seperti APD, masker, handsanitizer, dan cairan pembunuh kuman menjadi lebih langka. Hal tersebut juga menimbulkan kesenjangan sosial, dimana masyarakat yang berkecukupan atau mampu, memborong sejumlah peralatan yang ada. Sedangkan masyarakat lapisan menengah-kebawah tidak bisa mendapatkannya.

            Dengan berbagai masalah sosial ekonomi tersebut, kita sebagai masyarakat Indonesia hendaknya bekerja sama dengan pemerintah untuk menghadapi permasalahan Covid-19 ini. Cara yang dapat kita lakukan antara lain adalah mematuhi protokol kesehatan yang mana telah diatur oleh pemerintah sedemikian rupa. Selain mengandalkan pemerintah, hendaknya kita juga saling membantu terhadap sesama, minimal dalam lingkungan tempat tinggal kita untuk menanggulangi masalah sosial yang ada. Karena sejatinya, kita sebagai makhluk sosial, akan selalu tergantung dan bergantung terhadap manusia lainnya.

Daftar Pustaka

Alifa, S. (2020, April 7). Menganalisa Masalah Sosial Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid-19. Retrieved from PUSPENSOS: https://puspensos.kemsos.go.id/menganalisa-masalah-sosial-ekonomi-masyarakat-terdampak-covid-19

Pane, d. M. (2021, Januari 11). Covid-19. Retrieved from alodokter.com: https://www.alodokter.com/covid-19

Putsanra, D. V. (2020, April 13). Arti PSBB yang Dibuat untuk Cegah Penyebaran Corona di Indonesia. Retrieved from tirto.id: https://tirto.id/arti-psbb-yang-dibuat-untuk-cegah-penyebaran-corona-di-indonesia-eMXT

Supriadi, R. (2020, Desember 6). Total Korupsi Bansos Covid-19 Diduga Rp 20,8 Miliar, Jatah Juliari Rp 17 Miliar. Retrieved from Kompas.com: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/06/11392211/total-korupsi-bansos-covid-19-diduga-rp-208-miliar-jatah-juliari-rp-17?page=all

 

  49 Views    Likes  

banner
TERAPKAN 4R DEMI KELESTARIAN LINGKUNGAN !

previous post

Sakit Perut Melilit Belum Tentu Maag! Simak Perbedaan Maag, GERD, dan Gastritis
TERAPKAN 4R DEMI KELESTARIAN LINGKUNGAN !

next post

TERAPKAN 4R DEMI KELESTARIAN LINGKUNGAN !

related posts