banner

Pengalaman Lulus Tes Beasiswa Telkom University 2019

Halo, Teman-teman OSC Semua ! Di Artikel Pertamaku Ini, Aku Bakal cerita ke kalian mengenai pengalamanku mengikuti tes Beasiswa JPU Telkom University 2019. 

Sebelumnya udah pada tau belum beasiswa JPU itu apa? Buat yang belum tau, Beasiswa JPU adalah beasiswa internal dari Telkom University yang diberikan kepada mahasiswa yang dinyatakan lulus tes tertulis JPU (Jalur Prestasi Unggulan).

Beasiswa JPU ini terbagi menjadi dua kategori yaitu Beasiswa Unggulan dan Beasiswa Pintar.

Bedanya apa? Kalau Beasiswa Unggulan, seluruh biaya perkuliahan mulai dari uang pangkal (SDP2 dan UP3) sampai uang Persemester (BPP) akan digratiskan sampai lulus. Berbeda dengan Beasiswa Pintar yang cuman menanggung uang pangkal dan tetap membayar BPP dengan normal (tapi lumayan, sih, bisa masuk gratis wkwk). Perlu ditekankan, beasiswa ini nggak memandang status ekonomi seseorang. Jadi kelulusannya benar-benar murni dari hasil tes tulis. 

Bagi yang dapat Beasiswa Unggulan tetap ada syaratnya agar beasiswanya tetap jalan : kalian harus dapat IP semester diatas 3,50. Duh, kalau kurang gimana? Tergantung. IP 3,25 - 3,50 harus membayar sebanyak 25% BPP, IP 3,00 - 3,25 harus membayar 50% BPP, dan IP di bawah 3,00 diwajibkan membayar 100% BPP, yang artinya beasiswa kalian dicabut. Tapi tenang aja, kalau IP semester berikutnya diatas 3,50 beasiswanya kembali normal seperti biasa kok.

Eh iya, ada syarat lagi. Kalian harus lulus tepat waktu. Untuk jenjang S1/D4 maksimal 8 semester, dan untuk D3 maksimal 6 semester.

Oke udah tau kan heheh

 

Lanjut ke pengalaman waktu tes.

FYI, sebetulnya aku lulus SMA di tahun 2018 dan sedang menjalani perkuliahan semester 2 di salah satu PTN di Sulawesi Selatan pada saat itu. Tapi karena satu dan banyak hal, aku memutuskan untuk pindah dan mencari PT lain.

 

26 April 2019

Pas lagi asik nge-scroll instagram, tiba-tiba ada post yang yang isinya tentang jalur beasiswa Telkom University. Yang bikin panik itu waktu pendaftarannya dibuka sisa 2 hari lagi, langsung aja deh beli pin pendaftaran (kalo nggak salah Rp. 200 K). Bela-belain hujan-hujanan ke Indom*ret buat bayar pin heheh.

Setelah bayar dan dapat pin, kita bisa langsung login ke akun pendaftaran dan memilih prodi pilihan (maksimal 5) dan juga lokasi tes. Lokasi tesnya tersebar di 32 kota besar di Indonesia, yang kupilih lokasinya di Makassar, tepatnya di SMK Telkom Makassar.

Pilih prodi udah, pilih lokasi tes udah, Download kartu peserta udah, selanjutnya adalah belajar.

Mumpung udah H-2 tes tulis, aku udah gercep banget tuh nyari referensi-referensi soal tes tahun lalu, sampai dapat lah soal tes JPU 3 tahun berturut-turut, tidak lupa soal UTG (jalur tulis non beasiswa) diembat juga.

2 hari persiapan itu cukup menguras otak dan tenaga. Soalnya harus bisa membagi waktu belajar buat tes JPU dan juga UAS yang waktunya hampir bertepatan. Sangat dilema mau memprioritaskan tes beasiswa yang tidak pasti lulus atau UAS yang di depan mata :"

 

28 April 2019

Hari tes tulis telah tiba. Ternyata tesnya kebagi menjadi 3 sesi. Dan prodi yang kupilih cuman harus mengikuti sesi 2.

Pagi itu aku memutuskan untuk naik ojol dari kosan ku yang jaraknya tidak begitu jauh menuju lokasi tes. Baru aja helm terpasang manis di kepala tiba-tiba gerimis turun. Tanpa ba-bi-bu langsung naik ke motor dan tancep gas.

 

Akhirnya sampai ke tujuan dan hujan mulai deras.

Waktu tes 10 menit lagi dimulai. Dan aku belum tau ruanganku yang mana. Sambil berlari-lari kecil di beranda kelas, kulihat wajah tegang peserta tes yang ikut sesi 1 dari pintu yang sedikit terbuka. Satu hal yang terlupakan, kartu peserta ujian ku kelupaan wadoh :(

2 menit lagi tes akan dimulai. Akhirnya dapat juga ruanganku yang ternyata ada dilantai 3. Pas masuk ke kelas udah banyak peserta yang lain duduk siap menunggu soal. Setelah kutanya panitia tes ternyata kartu peserta tidak harus diprint, yang penting punya pdf nya. Alhamdulillah. Ternyata aku peserta terakhir yang masuk ruang tes.

Pintu pun ditutup dan soal dibagikan. Soal di sesi 2 ini adalah soal TPA dan bahasa Inggris. Di luar dugaanku, ternyata soal bahasa Inggris lebih mendominasi. Hampir 70% nya bahasa Inggris, dan sisanya soal TPA. Padahal yang kudalami kemarin-kemarin soal TPA :(

2 jam berlalu, waktu pengerjaan selesai. Aku keluar dari ruangan dengan setengah hopeless. Tapi apapun hasilnya, God, I know you're the Best planner ever. Heheh.

 

Hujannya berhenti, ada pelanginya juga btw. Langsung pesan ojol dan balik lagi ke kosan. Rebahan.

 

9 Mei 2019

Hari pengumuman tiba. Di Instagram @smbtelkom tertulis pengumuman akan keluar di Web pada jam 14.00.

Pukul 13.58 aku udah ancang-ancang buka Web pengumuman dan terus me-refresh Web.

Pukul 13.59 jantungku sangat berdegup kencang sambil tetap merefresh Web.

Pukul 14.00 dan... Webnya tiba-tiba blank. Putih kosong. Error ternyata.

Grup open chat Line sudah mulai rame yang nyebut webnya error saking banyaknya peserta yang bersamaan mengakses web. Dan error terus berlangsung selama 3 jam. Tanpa kepastian dan penuh deg-degan, pasrah.

 

Pukul 17.00 dengan tiba-tiba webnya bisa terbuka kembali. Aku pun menginput nomor peserta dan password akun ku, dan klik login.

Perlahan namun pasti, terpampang kalimat berwarna hijau "Selamat anda diterima, silakan cetak berkas kelulusan".

Tanganku gemetar dan masih tidak menyangka sampai logout dan login berulang kali. Hasilnya tetap sama. Ternyata aku lulus di Beasiswa Unggulan di pilihan pertama. Alhamdulillah. Segera ku telepon orang tua ku di kampung dan mereka sangat senang mendengarnya.

 

 

 

Cerita ini ditulis di asrama putra Telkom University setelah UAS semester 1 berakhir. Bersiap-siap liburan ke Makassar menyambut tahun baru 2020. 

Makasih yaa udah mau baca ^^ , buat yang mau nanya-nanya, hit me up on dm ig aja yaa wkwk : @rahmanwghazi

  0 Views    Likes  

banner
BEASISWA TERBARU UNTUK LULUSAN SMA/SMK/MA/PONPES

previous post

kurangi tawamu dan perbanyaklah tangismu
BEASISWA TERBARU UNTUK LULUSAN SMA/SMK/MA/PONPES

next post

BEASISWA TERBARU UNTUK LULUSAN SMA/SMK/MA/PONPES

related posts