banner

Seberapa Santunkah Kita?

Sebagai makhluk sosial yang sering berinteraksi dengan yang lain, kita kadang dituntut untuk bertutur dengan sopan. Namun, tak hanya sopan, kita juga harus santun saat berkomunikasi. Faktanya, sudahkan kita santun saat berkomunikasi dengan orang lain?

Santun atau dalam bahasa Inggris sepadan dengan kata polite, “is having or showing behavior that is respectful and considerate of other people.” (Oxford Dictionary). Dengan kata lain, santun merupakan perilaku menghargai dan perhatian terhadap orang lain. Sebenarnya, terdapat beberapa strategi yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan kesantunan saat berkomunikasi. Menurut Nordquist (2017), “politeness strategies are speech acts that express concern for other and minimize threats to self-esteem ‘face’ in particular social context”. Jadi, strategi kesantunan merupakan cara bagaimana kita mengekspresikan suatu hal tanpa mengancam muka orang lain. Menurut Brown-Levinson dalam Piantari-Bawarti (2016), istilah muka merujuk pada konsep face, yaitu “perasaan setiap individu tentang self-worth (harga diri) atau self-image (citra diri)” (Thomas 1997:169). Untuk menjaga muka orang lain saat berkomunikasi, maka dibutuhkanlah strategi. Brown-Levinson (1978) berpendapat bahwa terdapat empat strategi kesantunan, diantaranya: 1. Bald on Record 2. Positive Politeness 3. Negative politeness 4. Off Record
Bald on Record
Sebenarnya strategi ini tidak berusaha untuk meminimalkan ancaman terhadap muka orang lain. Namun, hal ini masih sering kita jumpai pada interaksi antar teman dekat atau keluarga, karena meraka akan dengan bebas mengekpresikan hal yang ingin mereka sampaikan tanpa mengkhawatirkan muka lawan bicaranya. Bald on record kadang menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman dan malu. Contohnya: X : Matikan lampunya! Pada contoh diatas, penutur akan dengan tanpa basa-basi meminta lawan bicaranya untuk mematikan lampu dan ia juga tidak memperdulikan apakan lawan bicaranya akan keberatan atau tidak jika lampunya dimatikan.
Positive Politeness
Positive politeness atau dalam Bahasa Indonesia berarti kesantunan positif, merupakan salah satu strategi kesantunan yang dapat digunakan dengan cara menunjukkan keramahan (Brown dan Levinson, 1987), contohnya: X : Jika sudah selesai membaca, tolong matikan lampunya.
Negative Politeness
Sebenarnya tujuan utama dari strategi ini yaitu agar penutur tidak menganggu kenyamanan lawan bicaranya. Namun, strategi ini akan sedikit menunjukkan adanya jarak antara penutur dan lawan bicara atau mereka seperti ada dalam situasi yang canggung, contohnya: X : Apakah tidak masalah jika kumatikan lampunya?
Off Record
Strategi ini termasuk strategi yang paling santun yang bisa kita gunakan, karena startegi ini menggunakan kalimat yang tidak langsung untuk mengekpresikan suatu hal pada lawan bicara. Startegi ini biasanya, digunakan pada orang yang baru kita kenal, contohnya: X : Bukankah ruangan ini sudah cukup pencahayaan dari jendela ini? Jadi dapat kita simpulkan bahwa semakin besar jarak yang dimiliki kita dengan lawan bicara, maka semakin santun pula kita akan bertutur.
Daftar Pustaka
Brown, P., & Levinson, S. C. 1987. Politeness: Some Universals in Language Usage. Cambridge: Cambridge University Press. Piantari, L.L., & Bawarti, E. (2016). Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Akademik di Fakultas Sastra UAI. Jakarta: Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, Vol .3, No. 3. Nordquist, R. 2017. Politeness Strategies in English Grammar. ThoughtCo. Diakses pada 1 January 2020 pukul 4.15 WIB. Oxford Dictionary Thomas, J. (1997). Meaning in Interaction: An Introduction to Pragmatics. London: Longman.
  50 Views    Likes  

banner
GAGAL SNMPTN! Ini yang harus Kamu lakukan

previous post

Sejarah Rafflesia arnoldii, Bunga Raksasa dari Bengkulu
GAGAL SNMPTN! Ini yang harus Kamu lakukan

next post

GAGAL SNMPTN! Ini yang harus Kamu lakukan

related posts