banner

SEJARAH BANGSA "KONTROVERSI HARI LAHIR PANCASILA"

"KONTROVERSI HARI LAHIR PANCASILA" selama ini, setiap tanggal 1 Oktober bangsa Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila. Yang menjadi pertanyaan, mengapa tanggal Q Oktober tersebut dijadikan sebagai hari peringatan lahirnya Pancasila? Bukankah tanggal 1 Oktober bertepatan dengan peristiwa G30S? Seharusnya tanggal 1 Oktober adalah Hari Duka Nasional. Mengapa? Inilah alasannya 1. Pada 1980-an ketika Nugroho Notosusanto (seorang sejarawan militer) menulis buku tentang Proses Perumusan Pancasila Dasar Negara, hal itu memunculkan perdebatan publik yang ramai di masa Orde Baru. Karena, di dalam buku itu dinyatakan bahwa rumusan Pancasila yang autentik dan benar terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 dan disahkan PPKI. Dinyatakan juga bahwa Ir. Soekarno bukan yang pertama dan satu satunya tokoh yang merumuskan Pancasila. Dan tujuannya jelas, yaitu untuk melakukan usaha de-Soekarnoisasi di satu sisi dan ingin memberikan legitimasi yang kukuh pada penguasa Orde Baru (tersirat pesan bahwa yang relevan diperingati adalah 1 Oktober 1965 sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan yang benar adalah Soeharto sebagai pengamal Pancasila yang murni dan konsekuen). 2. Seorang pemerhati sejarah dan anggota Gerakan Nasional Patriot Indonesia Kol (Purn) H. Firos Fauzan juga membantah tanggal 1 Oktober menjadi hari peringatan lahirnya Pancasila. Menurutnya, peristiwa coup PKI sebagai G-30S merupakan "jebakan" dan penggelapan sejarah yang sebenarnya, karena dari beberapa pengakuan saksi sejarah, peristiwa tersebut terjadi pada 1 Oktober 1965. "Istilah G-30S itu permainan dialektika komunis untuk memanipulasi kebenaran sejarah. Pak Nasution di bukunya mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 4.00 WIB dini hari 1 Oktober 1965, begitu juga Bung Karno menamai dengan Gestok,' ungkap Firos. Menurut Firos Fauzan dengan menggunakan istilah G-30S masyarakat hanya akan mengingat peristiwa penculikan Jenderal dan gerakan Militer di Jakarta sehingga tidak menganggap peristiwa itu sebagai kudeta yang dilakukan oleh PKI, sebagaimana Partai Palu Arit tersebut melakukan dengan coup menculik para Jenderal dan aksi di daerah-daerah dengan dewan Revolusi nya. Seharusnya diperingati sebagai "Hari Duka Nasional bukan sebagai "Hari Kesaktian Pancasila", karena pada 1 Oktober 1965 massa aksi masih melakukan penuntutan pembubaran terhadap PKI "1 Oktober itu pengkhianatan Pancasila bukan kesaktian Pancasila, 1 Oktober 1965 PKI belum bubar, bahkan sampai 1 Januari 1966, Tritura masih menuntut pembubaran PKI. Pada saat itu, Pancasila tidak mampu membubarkan PKI," tambahnya. Sumber : Aizid, Rizem. 2014. Menguak Kontroversi-Kontroversi Sejarah Indonesia. Jogjakarta. Saufa

  0 Views    Likes  

banner
Nasionalisme di Generasi Milenial

previous post

Mengenal Lebih Jauh Tentang Taijiquan
Nasionalisme di Generasi Milenial

next post

Nasionalisme di Generasi Milenial

related posts