banner

tradisi berladang suku dayak n'tuka

Berladang, apakah teman-teman pernah dengar atau tau artinya berladang? Sebagai seorang suku dayak dan anak seorang petani peladang saya sangat memahami apa artinya beladang. Berladang adalah penanaman padi, sayuran, rempah-rempah dibukit atau dataran tinggi yang mulai dari pembukaan lahan, pembenihan, merumput, dan sampai panen. Proses penanaman padi, sayuran dan rempah-rempah ditanam di satu lokasi yang sama tanpa dipisah-pisah. Beda dari sawah seperti yang teman-teman ketahui, dimana padi di mulai dari pembenihan sampai panen dilakukan disawah dengan proses pengairan, dan sawah hanya digunakan untuk menanam padi saja.

            Kali ini saya akan membahas tradisi berladang dalam suku dayak N’tuka. Suku dayak N’tuka adalah sub suku dayak yang berada di Kalimantan Barat tepatnya di kabupaten Sekadau kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap. Berladang dalam suku dayak N’tuka merupakan tradisi karena merupakan sumber mata pencarian selain menyadap karet. Hasil dari sayuran dan rempah-rempah yang ditanam akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kemudian hasil panen padi akan disimpan untuk stok makanan dan ada juga di simpan sebagai benih untuk ditanam lagi. Selain itu berladang juga sumber terbentuk tradisi suku dayak N’tuka yang lainnya, seperti gawai nyabaru(sukuran terhadap hasil panen) dan gawai(syukuran) lain-lainnya.

Suku dayak N’tuka melakukan kegiatan berladang setiap setahun sekali dengan proses yang  sama setiap tahunnya. Berikut proses berladang suku dayak N’tuka

Penebasan Lahan

Penebasan lahan merupakan proses petama yang dilakukan untuk pembukaan lahan. dimana petani suku dayak N’tuka mencari tanah yang subur untuk dijadikan sebagai tempat untuk berladang, kemudian lahan tersebut ditebas dan sisakan perpohonan yang besar-besar. Proses penebasan dilakukansecara bekerjasama antar petani satu dengan petani lainnya atau dalam bahasa dayak N’tuka disebut pangari.

Penebangan pohon

Penebangan pohon merupakan proses selanjutnya setelah penebasan lahan. Penebangan pohon tidak dilakukan bersamaan dengan penebasan lahan bertujuan agar mempermudah menebang pohon, karena alat yang digunakan suku dayak N’tuka menggunakan alat tradisional untuk menebang pohon seperti menggunakan kapak dan parang saja.

Pembakaran lahan

Setelah lahan ditebas dan pohon ditebang selanjutnya pembakaran lahan. Pembakaran lahan tidak dilakukan sembarang membakar oleh suku dayak N’tuka, tapi dengan waspada dan hati-hati agar tidak terjadi kebakaran hutan. Seperti membersihkan tepi-tepi ladang dari dedaunan dan kayu yang bisa membuat api menyebar kehutan. Pembakaran ladang juga dilakukan petani dengan petani-petani lainnya dengan tujuan agar tidak terjadi kebakaran hutan.

pembenihan

setelah lahan dibakar dan sisa-sisa kayu dibersihkan selanjutanya pembenihan. Pembenihan dilakukan dengan cara tradisional dimana antar petani yang satu dengan petani yang lainnya saling membantu untuk pembenihan. Cara pembenihan dilakukan dengan kayu diruncingkan seperti tombak kemudian di tancap ke tanah dan dicabut kembali, kemudian benih dimasukan kedalam tanah yang yang sudah ditusuk kayu.

Merumput

Merumput artinya membersihkan rumput-rumut atau tanaman liar yang dapat menggangu tanaman yang ditanamman. Petani dayak N’tuka melakukan kegiatan merumput dengan cara tradisional,  yaitu dengan saling bekerjasama antara petani yang satu dengan yang lain dengan mencabut rumput menggunakan tangan.

Panen padi, sayur, dan rempah-rempah.

Panen padi, sayur, dan rempah-rempah merupakan proses akhir dari kegiatan berladang. Panen biasanya dilakukan petani saat april sampai mei. Karena padi yang ditanam petani peladang suku dayak N’tuka umur panen nya satu tahun jadi panen nya hanya satu tahun sekali. Proses panen padi masih menggunkan alat tradisional yaitu dengan seng atau besi tipis dibuat menggulungi jari tangan jempol, kemudian digunakan untuk memetik tangkai padi, dan kemudian padi dimasukan kedalam wadah yang sudah disiapkan. Panen padi tidak bisa dilakukan sendirian tapi harus bersama dengan petani yang lain.

Setelah panen selanjutnya kegiatan gawai dilakukan yaitu dengan tujuan syukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil yang diperoleh. Kegiatan berlandang setiap tahun akan berulang-ulang melakukan proses yang sama. Sekian tradisi berladanng suku Dayak N’tuka semoga dapat menambah wawasan teman-teman tentang tradisi-tradisi yang ada di Indonesia, dan semoga teman-teman tertarik dengan tradisi berladang dan dapat melihat kegiatan berladang secara langsung dengan pergi ke Kalimantan Barat.

  108 Views    Likes  

banner
Cara Menjadi Pendengar yang Baik

previous post

Cara Mudah dan Cepat Menghafal 16 Tenses Bahasa Inggris
Cara Menjadi Pendengar yang Baik

next post

Cara Menjadi Pendengar yang Baik

related posts