Antusiasme Pelajar Indonesia dalam Menggunakan Claude Perlu Didampingi Pengawas

Penggunaan asisten berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) kini makin marak di kalangan pelajar Indonesia. AI atau Kecerdasan Buatan adalah ilmu pengetahuan dan teknik yang membuat mesin mampu menunjukkan kemampuan layaknya kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, penalaran, pemecahan masalah, persepsi, dan lainnya. RIset terbaru International Data Corporation Indonesia (2023) memproyeksikan penggunaan asisten berbasis AI untuk keperluan pendidikan di Indonesia akan mencapai lebih dari 3,2 juta pengguna pada 2024. Claude.ai adalah salah satu contoh asisten AI hasil karya perusahaan teknologi bernama Anthropic asal Amerika Serikat yang kini digunakan lebih dari 850 ribu pelajar di Indonesia.

Penggunaan asisten AI seperti Claude.ai di kalangan pelajar memiliki beberapa dampak yang perlu diwaspadai. Survei di 10 SMA Jakarta tahun 2023 menunjukkan sebagian besar siswa sebanyak 89% menggunakan Claude.ai untuk mengerjakan tugas sekolah. Akibatnya, Siswa menjadi malas berpikir dan memecahkan masalah sendiri karena terbiasa mengandalkan Claude.ai. Ditemukan pula penurunan kemampuan kritis siswa dalam menganalisis informasi. Selain itu, ketergantungan Claude.ai berisiko membuat siswa tak lagi kreatif mengerjakan tugas. Menanggapi kondisi ini, Prof. Randi Pramudya, pakar pendidikan dari Universitas Indonesia, mengingatkan perlu ada pendampingan orangtua dan guru agar penggunaan Claude.ai tetap bijak, tak berlebihan, serta tepat guna meningkatkan produktivitas belajar.

Jika kecenderungan ketergantungan berlebih pada Claude ini tidak dikendalikan, diperkirakan akan semakin melemahkan kemampuan berpikir kritis dan analitis generasi penerus bangsa Berdasarkan survei Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 21 April 2023 terhadap 5.000 siswa SMA di 34 provinsi, ditemukan bahwa penggunaan Claude.ai makin meningkat di kalangan pelajar. 85% siswa mengaku menggunakan Claude.ai untuk mengerjakan tugas sekolah. Akibatnya, banyak siswa menjadi tergantung pada Claude.ai dan seringkali tidak lagi berpikir kritis atau kreatif menyelesaikan tugas. Mereka cenderung mengandalkan jawaban instan dari Claude.ai tanpa memahami proses pengerjaan tugas. Survei ini juga mengungkap penurunan rata-rata nilai pelajaran matematika dan sains pada siswa pengguna Claude.ai. Diduga hal ini terjadi lantaran siswa menjadi malas berlatih mengerjakan soal secara mandiri.

Menurut pandangan saya penggunaan asisten AI seperti Claude.ai perlu diawasi dan dibatasi agar tidak memberikan pengaruh buruk bagi perkembangan daya pikir siswa. Sebab, penggunaan Claude.ai yang berlebihan telah menyebabkan kemampuan menganalisis dan menyelesaikan masalah pada siswa menurun secara drastis. Para siswa menjadi sangat bergantung pada jawaban instan dari Claude.ai tanpa berupaya memahami proses pengerjaan tugas secara mendalam. Kreativitas siswa dalam mengerjakan tugas juga ikut berkurang lantaran mereka cenderung hanya meniru jawaban yang diberikan Claude.ai. Ketelitian siswa pun ikut berkurang karena mereka beranggapan bahwa Claude.ai senantiasa memberikan jawaban yang benar. Jika keadaan ini dibiarkan terus, ketergantungan yang berlebihan pada Claude.ai dapat berdampak negatif dalam jangka panjang terhadap perkembangan kognitif dan kemandirian belajar para siswa.

Oleh karena itu, saya menyarankan kepada pemerintah dan sekolah agar segera membuat peraturan dan panduan penggunaan Claude bagi para pelajar. Para guru dan orang tua juga disarankan untuk memantau penggunaan alat-alat seperti Claude.ai agar tidak berlebihan. Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan literasi digital agar pelajar bijak berinteraksi dengan teknologi AI. Dengan kerja sama semua pihak, manfaat positif Claude dapat dioptimalkan bagi dunia pendidikan tanpa menimbulkan efek negatif yang merugikan pelajar. Dengan pengawasan dan pendampingan yang baik dari berbagai pihak, diharapkan alat bantu AI seperti Claude dapat membawa manfaat positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia ke depannya.

 

  50 Views    Likes  

Pendaftaran Program Kampus Mengajar Angkatan 8 sudah Dibuka!

previous post

Moralitas dan Etika Profesional dalam Menyongsong Generasi Pemimpin Masa Depan
Pendaftaran Program Kampus Mengajar Angkatan 8 sudah Dibuka!

next post

Pendaftaran Program Kampus Mengajar Angkatan 8 sudah Dibuka!

related posts