banner

Penting! Pahami Perbedaan TOEFL, IELTS, TOEIC, dan PTE - Mana yang Lebih Baik ?

Hallo Sobat OSC, 

Kamu bercita-cita melanjutkan studi di luar negeri? Tentu saja kamu harus siap dengan bahasa negara yang menjadi tujuanmu. Meskipun tidak semua negara menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari mereka, namun hampir setiap negara memberikan syarat kemampuan berbahasa Inggris bagi mahasiswa yang berasal dari negaranya. Hal ini tentu saja sudah tidak aneh lagi, karena bagi mahasiswa internasional kemungkinan besar juga masuk dalam kelas internasional. Oleh karena itu, banyak universitas luar negeri mewajibkan para pendaftar untuk memiliki nilai ujian language proficiency sebagai syarat yang telah ditetapkan. Beberapa diantaranya yang mungkin sudah kamu kenal adalah TOEFL, IELTS, maupun TOEIC. Dari beberapa tes tersebut pastinya terdapat perbedaan, mari kita bahas dan tentukan tes mana yang paling cocok untuk negara tujuanmu.

1. TOEFL (Test of English as a Foreign Language)

Diantara banyaknya tes kemampuan berbahasa Inggris yang ada, TOEFL merupakan tes yang paling banyak dikenal dan digunakan masyarakat Indonesia. Tes TOEFL biasa diwajibkan oleh universitas di Amerika Serikat, Kanada, hingga Amerika bagian utara. Selain sebagai syarat masuk perguruan tinggi, tes TOEFL biasanya juga digunakan sebagai sebuah syarat masuk perusahaan maupun instansi yang mewajibkan pendaftarannya memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

TOEFL memiliki tiga macam pilihan ujian yang bisa diikuti yaitu iBT (internet-based Test), CBT (Computer Based Test), dan PBT (Paper Based Test). 

iBT ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu reading, listening, speaking, dan writing. Nilai tertinggi yang dapat kamu raih dalam ujian ini adalah 120 poin. Di Indonesia tes TOEFL iBT dibanderol dengan harga sekitar 2,4 Juta atau $190 USD.

Pada CBT Tipe soal pada ujian ini biasanya meliputi listening, reading, structure dan ada tambahan writing. Dalam tes ini peserta akan langsung mengerjakan tes di komputer yang telah disediakan. Skor ujian TOEFL CBT ini adalah 30-300.

Jenis tes TOEFL yang ketiga adalah PBT, tes TOEFL jenis ini paling banyak diikuti di Indonesia, selain harganya yang relatif lebih terjangkau, Ujian ini dibagi menjadi empat bagian juga, yaitu listening, structure and written expression, reading comprehension, dan writing. Jumlah poin yang dapat kamu dapatkan berkisar di antara 310-667 poin.

Hasil ujian TOEFL-mu dapat digunakan untuk mendaftar kuliah atau program beasiswa. Namun, hasil ini hanya dapat digunakan selama 2 tahun saja. Jika lebih, maka tidak berlaku lagi dan harus melakukan tes ulang.

2. IELTS (International English Language Testing System)

Tidak jauh berbeda dengan TOEFL yang memiliki perbedaan dalam jenis tesnya, pada tes IELTS juga terdapat dua jenis tes yaitu versi academic dan versi general training. Versi academic adalah versi IELTS yang digunakan untuk mendaftar kuliah atau profesi-profesi kedokteran. Sedangkan, versi general training digunakan untuk orang-orang yang ingin bekerja atau migrasi ke negara sekitar Eropa, seperti UK, New Zealand, dan Australia. Bahasa Inggris yang diujikan dalam IELTS adalah British, bukan American.

Kedua versi IELTS dibagi menjadi tiga bagian. 40 menit dari ujian akan digunakan untuk bagian listening, 60 menit unuk reading, dan 60 menit lagi untuk writing. Hasil dari nilai IELTS diurutkan dengan 9-band scoring system. Nilai tertinggi yang dapat diraih dalam tes IELTS adalah 9 atau Expert User dan skor 1 atau non-User.

3. TOEIC (Test of English for International Communication)

Dikembangkan sejak tahun 1979, ujian ini ditujukan untuk mengukur kemahiran seseorang dalam bahasa Inggris pada level tertentu. Level yang dimaksud adalah Intermediate (menengah) dan advance (lanjutan).

Bagi perusahaan, ujian ini berguna untuk perekrutan, mengukur kemampuan Bahasa Inggris karyawan, dan syarat naik jabatan. Hal demikian juga dilakukan dalam instansi pemerintah, selain itu tes ini juga digunakan untuk program pelatihan karyawan.

Adapun di dalam akademik, ujian ini berguna untuk mengukur standar kemampuan Bahasa Inggris siswa agar dapat memberikan pelajaran yang sesuai. 

4. PTE (Pearson Language Tests)

Dari tiga tes bahasa Inggris di atas, mungkin PTE adalah yang paling asing bahkan jarang diketahui banyak orang. PTE terbilang jarang digunakan, karena PTE merupakan ujian yang terbilang baru jika dibandingkan dengan ujian-ujian sebelumnya. Mirip dengan TOEFL, PTE dibagi menjadi empat bagian: reading, writing, listening, dan speaking.

Meskipun mirip TOEFL, PTE tetap berbeda dalam berbagai aspek, yaitu:

Memiliki sistem penilaian speech dan writing yang otomatis (computerized) sehingga penilaian menjadi lebih konsisten dan akurat,  Laporan nilai sudah termasuk sample dari speaking test agar dapat digunakan di kantor administrasi universitas di seluruh dunia, Pertanyaan berbentuk pengisian, matching items, dan pilihan ganda dalam satu pertanyaan, Hasil dari ujian dapat dilihat online lima hari setelah ujian

 

Dari penjelasan di atas tes mana yang harus kamu ambil tentu saja kembali kepada masing-masing kebutuhan pribadi. Sesuaikan tujuan kamu dengan tes yang tersedia. Mulailah persiapkan diri sejak dini, agar lebih mudah ketika nanti hendak melaksanakannya.

  96 Views    Likes  

banner
Tips memilih PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dengan bijak

previous post

Apa yang terjadi pada balon yang terus membubung?
Tips memilih PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dengan bijak

next post

Tips memilih PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dengan bijak

related posts