banner

Yuk berkunjung ke Observatorium Bosscha and say no to Polusi Cahaya

Hai kawan, kali ini aku akan berbagi informasi seputar wisata yang ada di Kota Bandung. Yeayy kalian excited gak . Eitts tapi kali ini wisatanya bisa sambil belajar juga loh. Belajar bintang, bulan, dan benda benda yang ada di langit (siapa tau ada yang mau  nemenin dan suka liat bintang dilangit kayak aku hehee). Yaps Observatorium Boscha pilihannya.

For your info, Observatorium Bosscha merupakan tempat penelitian langit tertua di Indonesia bahkan tertua di belahan bumi selatan. Observatorium Bosscha dibangun oleh sebuah perhimpunan Hindia Belanda sebagai jawaban atas perlunya pengembangan penelitian bintang khususnya dibagian bumi selatan. Alasannya karena pada masa itu observatorium bintang hanya terdapat pada bagian bumi utara khususnya benua Eropa dan Amerika. Observatorium Bosscha juga memiliki teropong bintang tertua yang sama seperti teropong bintang di Benua Eropa dan Amerika loh. Bangga ga sih ? Harus bangga dong karena negara lain belum punya kita udah punya nih.

Observatorium Bosscha terletak di jalan peneropong bintang, lembang, Kabupaten Bandung Barat. Untuk mencapai tempat ini cukup mudah karena akses jalan yang baik dan ketersediaan moda transportasi yang beragam di Kota Bandung. Tempatnya juga cukup mudah ditemukan dekat dengan kawasan wisata Farm House serta De Ranch. Harga tiket masuk terjangkau yakni Rp. 15.000,- hingga Rp. 20.000,- per orang. Kunjungan dapat dilakukan oleh perorang, keluarga, maupun rombongan. Kunjungan dapat dilakukan pada pagi atau malam hari (pada waktu tertentu,terbatas). Namun harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum datang berkunjung ke Observatorium Bosscha adalah jam operasional dan syarat tertentu yang harus dipenuhi selama kunjungan. Didalamnya kalian dapat mengamati cara kerja teropong tertua Zeiss, mengamati bintang dan mendapat informasi tentang astronomi. Menarik bukan ?

Kini Observatorium Bosscha dikelola oleh FMIPA ITB. Dan tergolong bangunan yang dilindungi tercatat sebagai kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. Sangat disayangkan, performa Observatorium Bosscha dalam mengamati bintang kini terkendala dengan adanya polusi cahaya akibat maraknya pengembangan kawasan pemukiman, wisata, hotel, dan lain sebagainya di daerah lembang dan Kabupaten Bandung Utara. Keadaan ini mengganggu pengamatan sehingga pengamatan kurang efektif. Polusi cahaya adalah dampak buruk akibat intensitas penerangan pada pemakaian lampu menyorot ke langit. Dalam mengatasi hal ini pemerintah telah lama membuat aturan dan tertuang dalam RTRW Kabupaten Bandung.Namun, masih terdapat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab. Oleh karena itu, yuk sama-sama gaungkan #SaveBosscha dari Polusi Cahaya. Dan katakan pada mereka boleh terangi daratku namun jangan terangi langitku.

  78 Views    Likes  

banner
Nasionalisme di Generasi Milenial

previous post

Mengenal Lebih Jauh Tentang Taijiquan
Nasionalisme di Generasi Milenial

next post

Nasionalisme di Generasi Milenial

related posts